Tarif Pesawat Jadi Pendorong Inflasi Jatim di Januari 2019

KANALSATU – Pada Bulan Januari 2019 Jawa Timur mengalami inflasi sebesar 0,34 persen. Tiga komoditas utama yang mendorong terjadinya inflasi adalah tarif angkutan udara, beras dan mujair.

Pada Bulan Januari, tarif pesawat mengalami kenaikan disebabkan oleh harga tiket yang berada pada tarif batas atas. Hal ini membuat tarif angkutan udara menjadi faktor utama pendorong inflasi.

”Inflasi karena angkutan udara disebabkan adanya kenaikan tarif pesawat LCC (Low Cost Carrier). Bukan karena bagasinya karena harga bagasi tidak menjadi bagian dari harga tiket. Sementara yang dipantau BPS adalah harga tiketnya. Jadi misalnya harga tiket pesawat dari Malang ke Jakarta dari Rp 600 ribu menjadi Rp 800 ribu, itu yang kami pantau,” kata Kepala Badan Pusat Statistikk (BPS) Jawa Timur, Teguh Pramono saat menyampaikan Berita Resmi Statistik di Surabaya, Jumat (1/2/2019).

Selanjutnya inflasi juga didorong oleh naiknya harga beras karena faktor musiman, di mana saat ini masih belum memasuki musim panen sehingga mengakibatkan kenaikan harga beras di awal tahun. Komoditas lain yang juga menjadi penyebab utama terjadinya inflasi adalah ikan mujair. ”Kalau ikan mujair ini disebabkan permintaan yang meningkat akibat dari tingginya harga ikan laut,” ujar Teguh.

Komoditas lain yang juga mendorong inflasi di Jatim adalah emas perhiasan, tomat sayur, rokok kretek filter, cabai rawit, wortel, daging ayam ras dan bawang merah.

Selain komoditas-komoditas pendorong laju inflasi di atas, beberapa komoditas menjadi penghambat terjadinya inflasi di Bulan Januari 2019 ini. Tiga komoditas yang menghambat terjadinya inflasi adalah bensin, tarif kereta api dan telur ayam ras. Bensin menjadi faktor utama penghambat inflasi karena adanya penurunan harga beberapa jenis BBM non subsidi antara lain pertalite, pertamax, pertamax turbo, dexlite dan dex pada 5 Januari 2019.

Selanjutnya inflasi juga dihambat oleh penurunan harga tiket kereta api. Harga tiket kereta api kembali normal setelah mengalami kenaikan pada musim liburan kemarin. Komoditas lain yang menjadi penghambat inflasi adalah apel, angkutan antar kota, minyak goreng, alpukat, udang basah, batu bara dan kacang panjang.

Laju inflasi year on year (YOY) Jatim di Bulan Januari 2019 menccapai 2,60 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan YoY Januari 2018 sebsar 3,10 persen. Dari delapan kota penghitungan IHK di Jatim, seluruhnya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Malang sebesar 0,53 persen. Sedangkan terendah terjadi di Probolinggo sebesar 0,12 persen. (KS-5)
   

Komentar