Target Pemasukan SKK Migas Pada 2019 Sebesar $17 Miliar

Ali Mahsyar beserta jajaran SKK Migas dan KKKS (Fahmi Alfian/KANALSATU)

KANALSATU – Dalam Forum Diskusi Hulu Migas yang diadakan oleh SKK Migas Perwakilan Wilayah Jabanusa pada 30/1 Ketua SKK Migas Wilayah Jabanusa Ali Mahsyar, menyatakan beberapa data terbaru tentang target dan pencapaian SKK Migas Jabanusa.
Dalam sebuah sesi tanya jawab Ali menyatakan bahwa kebutuhan masyarakat Indonesia akan energi sangatlah besar dan 70% dari kebutuhan energy tersebut berasal dari migas.

Sekitar 1,6 juta barel per hari dibutuhkan masyarakat Indonesia untuk mencukupi kebutuhan energi baik dari sektor industri, kebutuhan hidup masyarakat, transportasi dan lain-lain. Namun pada kenyataannya pada 2018 SKK Migas hanya mampu memproduksi sekita 750 ribu barel saja per hari sehingga mau tidak mau pemerintah harus impor sisanya guna memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia.

Namun SKK Migas optimis bahwa ke depannya, kerjasama yang strategis dengan KKKS baru maupun yang sudah berpengalaman dapat meningkatkan volume produksi domestik migas di Indonesia. Ke depannya Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Pusat, Wisnu Prabawa Taher menyatakan target Indonesia dalam jangka panjang adalah memenuhi semua kebutuhan domestik, namun secara realistis pihaknya hanya memasang target satu juta barel per hari pada beberapa tahun ke depan.

Hal ini dikarenakan masih banyaknya onstream project yang sedang dalam tahap eksplorasi, yang diharapkan mampu memproduksi dalam kuota yang besar. Serta beberapa eksplorasi yang di beberapa daerah di wilayah Indonesia Timur, dan di beberapa titik di laut dalam, di mana ditengarai menyimpan cadangan migas yang melimpah.

Ali Mahsyar menyatakan, pada 2018 SKK Migas Jabanusa adalah yang terbesar dalam menyumbang produksi migas di Indonesia sebesar 30-35% dari total produksi nasional. Pada 2019 pihaknya mengharapkan peningkatan volume produksi dikarenakan ada beberapa wilayah kerja baru yang sudah bisa beroperasi mulai 2019 diantaranya dari KKKS Lapindo Brantas Blok Tanggulangin 6 & 10, Energi Mineral Langgeng dengan Blok Sumur MC2 di Sumenep, serta penambahan produksi di Blok Cepu Kedung Keris yang mampu menyentuh angka 10ribu barel per hari. Sedangkan target penerimaan pemasukan SKK Migas pada 2019 adalah sebesar $17 miliar melalui APBN di mana asumsi harga minyak dunia masih di angka $70 per barel. (FA)

 

Komentar