SKK Migas Jabanusa Undang Media Dalam Media Gathering Diskusi Hulu Migas

Rangga Dinasti, Ali Sahsyar, Wisnu Prabawa Taher pada 30/1 (Fahmi Alfian/KANALSATU)

KANALSATU – SKK Migas Perwakilan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, mengundang beberapa perwakilan media dalam acara Media Gathering Diskusi Migas yang diadakan pada 30/1 bertempat di kantor baru SKK Migas Jabanusa  di Jl. Veteran, Surabaya.
Dalam diskusi yang bertema Sinergi Pengelolaan Program Tanggung Jawab Sosial Industri Hulu Migas ini, SKK Migas mengajak awak media untuk membahas bagaimana peranan SKK Migas dalam tanggung jawab terhadap dampak yang ditimbulkan oleh industry hulu migas di Indonesia, baik dari segi lingkungan, social, maupun ekonomi.

Dari diskusi tersebut, Ali Mahsyar, selaku Kepala SKK Migas Jabanusa, meminta agar awak media menjadi penyalur informasi yang akurat kepada masyarakat, sehingga mengubah stigma masyarakat bahwa tanggung jawab sosial SKK Migas terhadap daerah yang menjadi lahan kerja bukanlah semata-mata mengentaskan kemiskinan di daerah tersebut.

Menurut Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Pusat yang juga turut hadir, Wisnu Prabawa Taher, sumbangsih utama SKK Migas terhadap negara ini adalah bagi hasil dengan para stakeholder dalam suatu proyek di sebuah lahan kerja tertentu. Dari bagi hasil tersebut negara mendapatkan pemasukan yang nantinya juga akan disalurkan kepada pemerintah daerah di mana lahan kerja migas tersebut beroperasi.

Hal senada juga diungkapkan Public Relation SKK Migas Jabanusa, Rangga Dinasti, bahwa tanggung jawab sosial SKK Migas yang utama adalah menjalin hubungan kerjasama yang harmonis dengan masyarakat sekitar lahan kerja. Dan pengentasan kemiskinan di daerah ini juga bukan tanggung jawab SKK Migas saja, melainkan tanggung jawab pemerintah daerah tersebut bersama-sama dengan semua elemen masyarakat. SKK Migas hanya menjalin hubungan yang baik serta sedikit membantu menyejahterakan masyarakat sekitar dengan cara-cara yang menurut SKK Migas pantas untuk diberikan sebagai timbal balik kepada masyarakat.

Beberapa contoh program tanggung jawab sosial yang sudah dijalankan SKK Migas adalah pemberian program beasiswa yang bekerjasama dengan beberapa KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) yang berada pada suatu wilayah kerja tertentu, pembuatan anggaran biaya rehabilitasi lingkungan tempat berlangsungnya proyek lahan kerja migas, serta pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan-pelatihan di bidang ekonomi, social, budaya, dan sebagainya. Sehingga SKK Migas meminta kepada masyarakat pada umumnya untuk menghilangkan stigma negatif di masyarakat tentang kesejahteraan hidup masyarakat di sekitar wilayah kerja migas, dan meminta masyarakat dan khususnya pemerintah daerah untuk tidak meminta timbal balik yang berlebih kepada KKKS karena memang tanggung jawab utama SKK Migas dan KKKS adalah pembagian hasil dari usaha migas dengan negara.

Acara ini termasuk dalam rangkaian acara Diskusi Migas yang rencananya akan dilanjutkan pada Kamis 31/1 di mana pada hari kedua nanti turut diundang pula beberapa kepala daerah di Jabanusa, beberapa aparatur negara yang lain, serta awak media guna membahas dan berdiskusi lebih dalam tentang sinergitas pengelolaan program tanggung jawab sosial industri hulu migas. (FA)

 

Komentar