Princess Cruises Ajak Turis Indonesia Rasakan Pengalaman Wisata Pesiar

KANALSATU - Princess Cruises, salah satu operator kapal pesiar terkemuka dunia dan penerima penghargaan ‘Best Cruise Line in Asia’ di ajang Asia Cruise Forum 2018, menawarkan sebuah kesempatan berharga bagi keluarga turis Indonesia untuk merasakan pengalaman berwisata pesiar, terutama bagi masyarakat yang belum pernah ikut wisata layar. Princess Cruises berkomitmen untuk memperkenalkan pengalaman berwisata dan menghabiskan waktu liburan santai di atas hotel mengapung mewah.

Direktur Asia Tenggara, Princess Cruises Farriek Tawfik mengatakan kapal pesiar Princess Cruises berlabuh di Singapura selama empat bulan setahun. Jadi ini merupakan sebuah kesempatan spesial yang patut dimanfaatkan oleh para turis Indonesia untuk turut ikut merasakan pengalaman wisata jangka pendek unik ini, terutama bagi mereka yang belum pernah berwisata pesiar sebelumnya.

”Karena popularitas dan permintaan dari masyarakat, maka kami tambahkan penawaran menarik agar harga semakin terjangkau bagi keluarga Indonesia untuk berkesempatan merasakan nikmatnya wisata pesiar bersama Princess Cruises. Durasinya pun lebih pendek, sehingga turis tidak perlu mengambil cuti panjang dari kantor masing-masing,” ungkap Farriek.

Tambahan diskon besar untuk pelayaran Sapphire Princess dapat dinikmati dengan pemesanan sebelum tanggal 25 Januari 2019. Untuk periode keberangkatan tanggal 30 Januari 2019, rencana perjalanan empat malam di Malaysia dan Thailand dari Singapura ke Penang dan Phuket dengan harga mulai dari SGD 338 untuk dua orang dari harga sebelumnya SGD 1.398.

Untuk pelayaran tiga malam di Malaysia pada tanggal 15 Februari 2019, kapal mulai berlayar dari Singapura, menghabiskan satu hari di lautan selat Malaka nan indah, kemudian Kuala Lumpur, serta kembali ke Singapura. Harga dimulai dari SGD 288 untuk dua orang  dari harga sebelumnya SGD 1.118.

”Harga murah meriah ini hanya berlaku hingga tiga hari sebelum tanggal keberangkatan kapal pesiar,” ujar Farriek.

Sapphire Princess mampu mengangkut 2.500 penumpang dan memiliki 18 geladak. Selain itu, kapal pesiar ini memiliki segudang fasilitas dan hiburan atas laut yang sungguh menarik.

Selain itu, penumpang juga berkesempatan untuk menikmati pengalaman tidur lebih nyenyak di atas tempat tidur mewah Luxury Princess Bed yang tersedia di semua kabin. Bermitra secara eksklusif dengan dokter ahli tidur terkemuka bernama Dr. Michael Breus, dengan menggunakan teknologi terbaru dalam merancang kenyamanan, Princess Cruises ciptakan kasur optimal bagi para tamu untuk beristirahat, yaitu Princess Luxury Bed.

Sapphire Princess juga menawarkan sebuah hiburan unik di Princess Theatre berjudul Bravo. Princess Theatre memiliki kapasitas 700 orang. Bravo merupakan sebuah pertunjukan yang menyatukan opera cahaya klasik dengan musik populer dengan menampilkan penari dan penyanyi berbakat dengan dukungan alunan musick 13-bagian susunan orkestra besar, sehingga menjadikan Bravo sebuah pertunjukan spektakuler penuh pesona. Tidak hanya itu saja, penumpang dapat menikmati rangkaian film terlaris di bioskop ruang terbuka “Movies Under the Stars” yang terletak di sebelah kolam renang utama kapal pesiar.

Dalam rangka perayaan ulang tahun ke-50 pelayaran di Alaska dengan menghadirkan penawaran menakjubkan untuk wisata pesiar di Alaska dengan durasi minimal tujuh hari. Turis Indonesia dapat menikmati bonus kredit hingga USD 100 serta gratis biaya jasa harian untuk tamu pertama dan tamu kedua di dalam kabin. Harga mulai dari SGD 998 per orang untuk paket pesiar tujuh Nights Northbound Voyages (sebelumnya seharga SGD 1.079). Tarif ini hanya berlaku hingga 30 April 2019.

7 Nights Northbound Voyages berpesiar menggunakan kapal bernama Island Princess (Mei ke Agustus) yang dimulai di Vancouver (Kanada), kemudian berkunjung ke Icy Strait Point (Alaska), Juneau (Alaska), Skagway (Alaska), Taman Nasional Glacier Bay (Tenggara Alaska), College Fjord (Prince William Sound, Alaska), dan berlabuh di Anchorage (Alaska). Island Princess dapat menampung lebih dari 1.950 tamu.
(KS-5)

Komentar