Wamen ESDM Minta Pertamina Penuhi Target Program BBM Satu Harga

KANALSATU – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM), Arcandra Tahar meminta Pertamina memenuhi target yang ditetapkan pemerintah dalam program BBM satu harga. Diharapkan, kinerja positif di 2018 dapat kembali dilanjutkan pada 2019.

Dalam kunjungan kerja ke Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Komodo, Labuan Bajo, Kamis (3/1/2019) Arcandra sekaligus ingin memastikan pasokan energi primer di NTT. Dalam arahannya, Arcandra juga menyampaikan apresiasi atas peran Pertamina dalam mendukung program pariwisata di Labuan Bajo, Manggarai Barat, juga atas pencapaian Pertamina dalam Program BBM Satu Harga, khususnya di NTT.

Arcandra berharap target Pertamina dalam mendirikan BBM Satu Harga dapat dilanjutkan sesuai target hingga 2019. Selain itu, Arcandra menyampaikan bahwa Kementerian ESDM akan melakukan studi untuk melaksanakan Program Konversi Minyak Tanah ke LPG, baik untuk masyarakat maupun nelayan di NTT, dan meminta Pertamina untuk ikut berperan.

Pertamina MOR V pada tahun 2018 ditargetkan untuk mengoperasikan 10 titik BBM Satu Harga, namun hingga bulan Desember sudah terealisasi 11 titik dengan rincian lima titik di NTB dan enam titik di NTT. Hasil tersebut melebihi target yang ditetapkan oleh Pemerintah dan diharapkan dapat membawa manfaat yang lebih besar kepada masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, GM PT Pertamina MOR V, Ibnu Chouldum menyampaikan bahwa konsumsi bahan bakar pesawat udara, avtur di Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Komodo selama libur Natal dan Tahun Baru mengalami peningkatan hingga 50 persen. Setiap harinya rata-rata terjadi 15 penerbangan di bandara tersebut.

Ia mengatakan Pertamina mampu menjaga ketahanan stock diatas batas aman, yakni lebih dari 20 hari dengan rincian di DPPU selama tujuh hari dan di Terminal BBM Ende lebih dari 13 hari.

DPPU Komodo sendiri merupakan pilot project untuk melayani bandara-bandara perintis. Direktur Logistic, Supply Chain, & Infrastructure (LSCI), Gandhi Sriwidodo mengatakan konsep DPPU modular relatif lebih sesuai untuk menyuplai kebutuhan Avtur di bandara perintis.

”DPPU modular tepat untuk tetap menghubungkan daerah terpencil, daerah tertinggal, daerah yang belum terlayani oleh moda transportasi lain serta mendorong pertumbuhan dan pengembangan wilayah,” ujar Gandhi.
Pertamina senantiasa menjamin masyarakat mendapatkan bahan bakar dengan mudah dan terjangkau terutama bagi masyarakat yang berada di pelosok. (KS-5)

Komentar