Pustari: Hubungan baik TNI - Polri tidak akan terganggu kasus Ciracas

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian

KANALSATU – Koordinator Pusat Tampung Aspirasi Masyarakat Indonesia (Pustari) HM Arum Sabil menilai aksi keributan di Ciracas akan segera selesai dengan baik dan tidak akan mengganggu hubungan TNI – Polri, mengingat hubungan pimpinan kedua lembaga yakni Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian – selama ini terjalin sangat baik.

“Kasus seperti keributan di Ciracas itu merupakan tanggung-jawab semua elemen, termasuk masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan saling mengingatkan. Walaupun mereka itu TNI - Polri, tapi keluarganya juga sipil. Nah masyarakat sipil harus bersama-sama  menjaganya,” kata Arum Sabil, di Jember, Jumat (14/12/2018).

Arum menilai persoalan Ciracas akan tertangani dengan baik, karena selama ini sinergi antara TNI dan Polri sudah berjalan baik. Terlebih hubungan antara Kapolri Tito Karnavian dengan Panglima TNI Hadi Tjahjanto – seperti diketahui bersama—keduanya memiliki kedekatan yang baik. Bahkan di banyak kesempatan, Jenderal Tito mengakui bahwa Marsekal Hadi sudah seperti kakaknya sendiri.

“Hubungan baik antara petinggi TNI – Polri itu sangat penting, dan terbukti telah menjadikan sinergi kedua lembaga keamanan negara makin kuat. Apalagi ini memasuki tahun politik. Presiden Joko Widodo sangat tepat memilih kedua figur sebagai pimpinan di TNI dan Polri,” kata Arum Sabil. 

Jenderal Tito bahkan sudah terkesan kepada Marsekal Hadi Tjahjanto sebelum mantan KSAU itu ditunjuk sebagai Panglima TNI oleh Presiden Joko Widodo – yang kemudian disetujui DPR RI. Di mata Jenderal Tito, Marsekal Hadi Tjahjanto dinilai sebagai pemimpin yang memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan interpersonal skill

Bukan hanya itu, lanjut Arum, selama ini publik sudah mengetahui melalui media massa bahwa di banyak kesempatan antara Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian mampu menunjukkan kekompakan serta sering tampil bersama, seolah bagian dari komitmen bahwa TNI dan Polri harus selalu solid.

“Hubungan TNI dan Polri yang solid merupakan syarat penting bagi tegaknya NKRI. Kuatnya sinergi dan kerjasama yang baik terbukti sudah terjalin dalam menjaga keamanan negara untuk tegaknya kesatuan dan persatuan bangsa,” lanjut Arum yang juga salah satu tokoh masyakarat Jatim ini, selain juga tokoh di JKSNAPTRI dan Gapperindo

Kedua pucuk pimpinan di TNI dan Polri itu sering tampil bersama di banyak acara, termasuk pernah menyanyi bersama dalam satu panggung (berdua) hingga empat lagu di acara olah-raga bersama di Mabes TNI Cilangkap – yang disaksikan oleh ribuan personil TNI – Polri, serta para Kepala Staf di lingkungan TNI.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto pernah memberikan penghargaan berupa Wings (Brevet) kepada Kapolri,   setelah sebelumnya Jenderal Tito Karnavian menjajal pesawat tempur Sukhoi milik TNI AU di Bandara Halim Perdanakusuma. 

“Banyak di moment penting lainnya dimana keduanya (Panglima TNI dan Kapolri) nampak tampil bersama dengan keakraban dan kedekatan yang menandakan hubungan keduanya sangat dekat. Ini merupakan simbol yang baik bagi solidnya TNI – Polri,” kata Arum Sabil.

HM Arum Sabil bersama menantu dan putranya

Sebelumnya, di kesempatan yang sama, di hadapan peserta Rakorbers Masyarakat Pertanian dan Perkebunan serta Peternakan, Arum Sabil mengatakan bahwa Kapolri Tito Karnavian selama mendampingi Presiden Joko Widodo, menunjukkan bhakti yang tinggi terhadap masyarakat, serta memiliki hubungan yang sangat baik, hormat serta tawaddhu terhadap para ulama.

"Kapolri Jenderal Tito Karnavian sangat mengayomi dan mampu menciptakan rasa aman -damai, serta melindungi masyarakat semua agama, termasuk ummat Islam dan tawaddhu kepada para ulama," kata Arum Sabil.(ksc)

 

Komentar