Dwi Soetjipto Nahkoda Baru SKK Migas

KANALSATU - Mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto resmi dilantik menjadi Kepala SKK Migas oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan  di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Senin (3/12/2018) siang. Dwi menggantikan Kepala SKK Migas sebelumnya Amien Sunaryadi yang memasuki masa pensiun.

Sementara mengisi kekosongan jabatan diisi oleh Sukandar sebagai Plt Kepala SKK Migas.

Sebelumnya menjadi orang nomer satu di institusi yang menangani kegiatan eksplorasi dan eksploitasi migas ini, Dwi pernah memimpin PT Semen Gresik dan PT Pertamina (Persero).

”Keputusan Presiden 57/2018 tentang pemberhentian Kepala SKK, Presiden RI menimbang mengingat dan seterusnya, memutuskan memberhentikan dengan hormat Amien Sunaryadi sebagai Kepala SKK disertai ucapan terima kasih. Kedua mengangkat saudara Dwi Soetjipto sebagai Kepala SKK,” ujar Jonan.

Jonan berharap Dwi dapat melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan Amien.”Pertama, melanjutkan government yang sudah dibangun Pak Amien. Saya tidak pernah melihat orang yang bekerja dengan saya itu yang bisa mengubah organisasi yang mencapai governance sangat baik,” kata Jonan.

Dwi juga diminta untuk mendorong peningkatan cadangan minyak dan gas melalui berbagai aktivitas eksplorasi yang juga harus digenjot.Jonan menegaskan untuk peningkatan eksplorasi bisa memanfaatkan Komitmen Kerja Pasti (KKP) dari blok-blok habis kontrak atau terminasi yang sudah mencapai 2 Miliar Dolar AS.

”WK terminasi yang kemudian diperpanjang itu diwajibkan menyerahkan komitmen kerja pasti yang sampai sekarang 2 Miliar dolar AS untuk 10 tahun kedepan. Ini untuk eksplorasi,” beber Jonan.

Tugas lain yang diamanatkannya adalah mengawal proses alih kelola blok terminasi yang tinggal menyisakan penyelesaian untuk blok terminasi yang habis kontrak di 2023 dan satu blok lagi yang habis di 2022.

Dwi pun mendapat mandat untuk meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam kegiatan hulu migas.Jonan mengingatkan dalam upaya peningkatan TKDN di hulu migas jangan sampai mengorbankan kinerja produksi migas. ”TKDN ini memang sangat tricky, tapi ini niatnya baik. Kalau bisa diadakan dalam negeri ya diadakan, kalau tidak ya tidak,” tandas Jonan.

Dwi merupakan mantan direktur utama PT Pertamina (Persero) periode Desember 2014-Februari 2017. Pertamina dibawah kepemimpinan Dwi tercatat menorehkan pertumbuhan kinerja keuangan yang signifikan.

Pada 2016, laba bersih Pertamina meningkat menjadi 3,14 Miliar Dolar AS dibanding raihan pada 2015 sebesar 1,42 Miliar Dolar AS. Padahal pendapatan Pertamina saat itu turun dari  41,76 Miliar Dolar AS menjadi 36,45 Miliar Dolar AS. Kenaikan laba bersih Pertamina saat itu ditunjang efisiensi. (INS/KS-7)

Komentar