Sosialisasi Program KKBPK, BKKBN Jatim Gandeng Cak Nun dan Kyai Kanjeng

KANALSATU – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur menggandeng Muhammad Ainun Nadjib atau lebih dikenal dengan Emha Ainun Nadjib dan Kyai Kanjeng untuk mensosialisasikan program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Jawa Timur.

Meskipun hujan sempat mengguyur kota Surabaya, Jumat (30/11) sore,namun tidak menyurutkan antusiasme warga Kota Pahlawan tersebut untuk melihat dan mengikuti pengajian Cak Nun dan Kiai Kanjeng di lapangan Kodam V Brawijaya Surabaya.

Direktur Bina Hubungan antar Lembaga BKKBN Pusat, Ary Goedadi mengungkapkan kerjasama yang dilakukan oleh BKKBN Perwakilan Provinsi Jawa Timur dengan Cak Nun untuk mensosialisasikan program KKBPK ini sangat inovatif dan patur untuk diancungi jempol. Sebab, Cak Nun ini mempunyai gaya bahasa yang khas saat bertausiyah dan Cak Nun ini mempunyai jutaan jamaah yang akan selalu datang kemana saja Cak Nun dan Kyai Kanjeng ini mengadakan acara.

“Program Sinau Bareng Cak Nun dan Kyai Kanjeng ini bisa dijadikan pilot projek dan nantinya bisa diperluas untuk sosialisasi program KKBPK tidak hanya di Jawa  Timur saja tetapi di seluruh Indonesia,” kata Ary ditemui sela-sela persiapan acara Sinau Bareng Cak Nun dan Kyai Kanjeng dengan tema “Advokasi Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Berbasis Agama”, Lapangan Kodam V Brawijaya Surabaya, Jumat (30/11).

Diharapkan dengan gaya bahasa Cak Nun yang khas itu, sambung Ary, program-program KKPBK khususnya) program generasi berencana (Genre) mengingat pernikahan usia muda masih banyak terjadi di Jawa Timur.

Di tempat yang sama, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Yenrizal Makmur menjelaskan GenRe merupakan salah satu inovasi yang dikembangkan oleh BKKBN dalam rangka penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja sehingga mereka mampu melangsungkan jenjang pendidikan, berkarir dalam pekerjaan, serta menikah dengan penuh perencanaan sesuai siklus kesehatan reproduksi.

Adapun tujuan GenRe adalah untuk meningkatkan pemahaman, pengetahuan, serta sikap dan perilaku positif remaja tentang kesehatan dan hak-hak reproduksi, guna meningkatkan derajat kesehatan reproduksinya dan menyiapkan kehidupan berkeluarga dalam upaya meningkatkan kualitas generasi mendatang. Melalui kegiatan Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga diharapkan sosialisasi program GenRe, terutama menanamkan pemahaman tentang pedewasaan usia perkawinan dan penyiapan kehidupan berkeluarga dapat dilakukan melalui pencegahan Triad KRR, pengenalan dan pengembangan PIK Remaja

Di depan jutaan jamaahnya, Cak Nun menjelaskan bahwa berkeluarga adalah tentang belajar membangun kepribadian yang kompatibel dengan peran kita dalam membangun keluarga. Cak Nun menganalogikannya dengan rasa manis sebuah mangga. “Terletak di mana rasa manisnya? Di lidah, apa di mangga?” Dan kompak, jamaah menyambut pertanyaan Cak Nun tersebut bak paduan suara, “Di lidaaah”.

“Karenanya, jika ingin melahirkan keluarga yang berkualitas, yang pertama dibenahi bukanlah yang berada di luar diri, melainkan kepribadian yang ada dalam diri itu sendiri,” jelas Cak Nun.

Salah satu jamaah yang datang sejak pukul 19.00 WIB,  Jihan, mengatakan bahwa pengajian ini membahas tentang bagaimana cara kita membangun keluarga yang baik dan benar, dengan prinsip yang berlaku. Adanya bantuan program dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), disamping ini juga kita diajak berfikir bersama tentang keluarga.

“Saya jadi paham mengapa menikah itu ada umurnya yaitu untuk perempuan 21 tahun dan untuk laki-laki 25 tahun. Selain untuk kemapanan ekonomi juga kematangan emosional calon pengantin,,”tandasnya.k11

Komentar