Kolonel Yeyet Sang Inovator

Kolonel Cpl Drs Yeyet Komar Hidayat

KANALSATU - Kolonel Cpl Drs Yeyet Komar Hidayat, nama itu memang tidak begitu terkenal. Kol Yeyet adalah Kapaldam V Brawijaya yang bertugas dari tahun 2016 hingga 2018. Posisi Kolonel Yeyet sebagai kapaldan digantikan LetKol Tadin pada Jumat (23/11/2018) dan selanjutnya dipindah ke Direktorat Peralatan Angkatan Darat.

Ditemui Kanalsatu usai serah terima jabatan Kapldam V Brawijaya, di Markas Paldam Kol Yeyet mengatakan kebanyakan yang dikerjakan adalah di bidang kendaraan dan alutsista senjata.

Semasa menjadi Kapaldam V Brawijaya, banyak Inovasi yang pernah digagas dan direalisasikan oleh Kol Yeyet.

Kol Yeyet mengatakan semasa menjadi Kapaldam, ada beberapa senjata yang pernah dibuatnya, diantaranya membuat pena pukul senapan serbu SS2 V4. Pena pukul Senapan serbu SS2 V4 memiliki kemapuan asli melontarkan 500 peluru dan setelah itu harus diganti.

“Pena pukul kami modifikasi kami buat dg bahan sedikit keras dan hasilnya mampu 11000 peluru tanpa berubah dimensinya.” Kata Yeyet.

Paldam juga pernah membuat silencer atau peredam SS1 dan SS2 dan sekarang dipakai batalyon rider yang melakukan tugas operasi di Papua.

“Saya juga membuat replika mortir atau dami mortir.” Imbuh Kol yeyet.

Kol Yeyet mengatakan kalau latihan menggunakan peluru tajam itu memerlukan daerah yang aman dan jangkauan di atas 1000 hingga 3000 meter. Wilayah yang aman dan memenuhi syarat cuman di Situbondo maupun di Bulus Pesantren Kebumen. Kalau batalyon Kodam V Brawijaya harus kesana setiap latihan mortir, tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit. Untuk prajurit baru saya membuat replika mortir 60 dan 80 dengan pendorong peluru hampa 5,56 dengan replika ledakan dalam hulu ledaknya juga menggunakan peluru hampa yang ditaburi dg serbuk merah dan kuning. Sehingga pada saat ledakan muncul seperti api.

Untuk kendaraan tempur berupa Tank, Paldam membuat busi Tank. Tank AMX 13 buatan Perancis tahun 1940an di Yonkav 3 dan spare part sudah tidak diproduksi lagi oleh pabrik di prancis yang sudah tutup di tahun 1968. Untuk menghidupkan tank AMX diantaranya memerlukan busi. Busi yang waterprof yang sesuai diperlukan engine tank.

Paldam melakukan modivikasi beberapa jenis busi yang ada di pasaran, namun yang cocok dan pas untuk Tank AMX cuman busi vespa.

Paldam memodifikasi busi vespa, membubutnya dan ditambahi isolator hingga menjadi busi seperti busi tank AMX aslinya yang mampu mengeluarkan listrik.

Pada kendaraan rantantis kendaraan taktis, Paldam banyak melakukan modifikasi. Diantaranya mengganti mesin Kendaraan M7 15 sebuah mobil buatan Amerika kendaraan penarik 4x4 dengan power 3000cc menggunakan mesin hercules dirubah menjadi power 4200cc menggunakan mesin yang dikolaborasi dengan mesin Jepang sehingga mobil itu menjadi memiliki daya jelajah luar biasa.

Gardan dan porseneling tetap, tetapi  faber yang lebih tinggi dirubah dengan mesin Landcruiser dan bodi dirubah menjadi Nukizer mobil khusus tentara Amerika.

Ada beberapa kendaraan sudah kami produksi Paldam, baik yang single kabin dan duble kabin. Untuk  interior M7 15 yang pada awalnya tidak berAC, tidak power stearing, tak power window  selanjutnya Paldam modernkan. Sistem Rem yang semula Drum yang menggunakan kampas rem kami dituubah dengan cakram menggunakan dis dan kaliver. 2018 kami tingkatkan menggunakan ABS.

Selain M7 15, Paldam juga menyulap Landrover 13 menjadi Defender atau ninety era 2018 dengan gaya KahnDesign Inggris.

“saya Campuran sunda jawa, saya kelahiran 1964”. Kata Kol Yeyet.

 

Komentar