KONI Gelar Uji Kompetensi bagi Pelatih

M Nabil, Ketua Harian KONI Jawa Timur (ke dua dari kanan) didampingi Wakil Ketua Sucipto (paling kanan), foto bersama pelatih dan Direktur Badan Diktar, Prof Nur Hasan (dua dari kiri)

KANALSATU – Guna meningkatkan potensi dan kualitas pelatih, maka diperlukan wujud otentik dengan bukti ilmiah. Setidaknya, para pelatih semua cabang olahraga (cabor) di lingkungan KONI Jawa TImur, harus memiliki sertifikat pelatih.

Sejak tahun lalu, KONI Jawa Timur menggandeng badan yang berkompeten, yakni Badan Sertifikasi dan Pendidikan Keolahragaan (BPSTK) guna melakukan uji kompetensi dan sertifikasi pelatihan, pada 16 – 18 November, di Surabaya.

"Jangan sampai ada pelatih yang memiliki kemampuan teori dan mendapatkan sertifikasi, tetapi tidak punya kemampuan untuk mentransformasi dan mengimplementasikan ilmunya kepada atlet," kata Ketua Harian KONI Jawa Timur, M Nabil, usai membuka acara.

Menurutnya,  KONI Jawa Timur, mencoba mengolaborasi antara prestasi dan kemampuan pelatih dalam menerjemahkan ilmu kepada anak asuhnya. Sehingga, pelatih tidak hanya mentransformasi skill saja, dia juga mentransformasi perilaku, baik kedisiplinan dan mental positif.

KONI Jawa Timur,  juga mengantisipasi terjadinya cedera akibat cara pelatih yang salah dalam melatih. Sebab, banyak ditemukan di lapangan bahwa cedera atlet justru terjadi karena formula latihan yang keliru.

Rencananya, lanjut Nabil, KONI Jawa Timur akan memberikan beasiswa kepada pelatih-pelatih hingga jenjang yang lebih tinggi. Hal ini dilakukan agar para pelatih bisa menerapkan metodologi kepelatihan kepada atlet dengan sempurna. (ks-6)

 

Komentar