Menko Polhukam Wiranto Tekankan Perlunya Change Leader di SESPARLU

Menko Polhukam Wiranto bersama Peserta SESPARLU 60 Kementerian Luar Negeri RI (23/10/2018)

KANALSATU - Pemimpin perubahan, atau change leader, sangat penting bagi proses kemajuan bangsa. Di tengah banyaknya pemimpin yang enggan meninggalkan zona nyaman, maka upaya untuk mendobrak tradisi lama menuju proses pembangunan untuk kemajuan yang cepat perlu terus didukung.

Hal tersebut disampaikan Menko Polhukam Jenderal TNI (Purn) Dr. Wiranto dalam dalam ceramah di hadapan 19 orang peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Luar Negeri (SESPARLU) angkatan ke-60 di Pusdiklat Kementerian Luar Negeri, Jakarta (23/10).

Menurut Menko Wiranto, reformasi dan demokrasi di Indonesia telah memungkinkan terjadinya seleksi bagi munculnya pemimpin yang dipilih langsung oleh rakyat dan sesuai dengan aspirasi rakyat. Menko Wiranto menegaskan bahwa sistem demokrasi yang baik harus terus dikawal secara bertanggung jawab agar berkelanjutan dan membawa manfaat bagi masyarakat.

Ditambahkannya bahwa salah satu isu krusial adalah proses seleksi pemimpin yang kredibel, kompeten, kapabel dan akseptabel. Pemimpin harus memiliki integritas dan kekuatan moralitas. Intinya, kita perlu terus berjuang untuk memperoleh pemimpin yang berkualitas. Untuk itu, perlu dilakukan proses edukasi politik bagi masyarakat, guna menumbuhkan kesadaran berpolitik, dan bukan sekedar mobilisasi.

Menko Polhukam mengingatkan para peserta SESPARLU 60 agar terus mengasah diri menjadi pemimpin, dan bukan pembesar. Pemimpin harus melayani dan menempatkan rakyat sebagai momongan, dan bukan kawula. Menko Polhukam juga menggarisbawahi bahwa saat ini Indonesia masih menghadapi ancaman serius seperti terorisme, radikalisme, dan narkoba. 

"Ke depan, kita perlu mawas diri dan mengantisipasi ancaman berupa keamanan siber, termasuk hoax yang dapat mengancam persatuan nasional," kata Menko Wiranto

Pemilik 24 tanda jasa dari dalam dan luar negeri ini membagi kiat menjadi pemimpin dalam filosofi STMJ, yaitu sadar, tahu, mau dan mampu, jujur.  Pertama, pemimpin harus sadar bahwa jabatan adalah anugerah Tuhan YME dan amanah rakyat yang harus dipertanggungjawabkan dunia akhirat. Kedua, pemimpin tahu apa yang harus dilakukan, mengerti pokok masalah dan paham cara mengatasinya. Ketiga, pemimpin harus mau dan mampu melakukan aksi dan eksekusi tanpa ragu-ragu. Terakhir, pemimpin wajib jujur kepada Allah SWT, diri sendiri dan organisasi. Intinya, pemimpin memberikan solusi, dan bukan bagian dari masalah.

SESPARLU adalah jenjang pendidikan fungsional diplomat tertinggi di Kementerian Luar Negeri. Menurut Kepala Pusdiklat Kemlu RI, Dr. Yayan G.H. Mulyana, kehadiran Menko Polhukam sangat penting agar para peserta mendapatkan first-hand insight dan informasi dari tokoh nasional sekaliber Menko Polhukam.

Senada dengan Kepala Pusdiklat, Direktur SESPARLU, June Kuncoro Hadiningrat, menyatakan pesan Menko Polhukamn ini sangat relevan dengan tantangan yang harus dihadapi oleh para diplomat. "Kepemimpinan merupakan salah satu kunci keberhasilan pelaksanaan diplomasi RI," kata June Kuncoro. (ed_kbrimoskow/k17)

Komentar