KONI Pusat Berikan Penghargaan kepada Erlangga Satriagung

KONI Jatim Penyumbang Emas Terbanyak di Asian Games 2018

Ketua KONI Jatim, Ir. H. Erlangga Satriagung menerima penghargaan dari Ketua KONI Pusat, Mayjend TNI (Purn) Tono Suratman, atas prestasi Jatim menyumbang medali emas terbanyak di Asian Games 2018

KANALSATU - KONI Pusat, memberikan apresiasi tinggi kepada KONI Jawa Timur (Jatim), atas kontribusi besar kepada kontingen Indonesia pada Asian Games 2018 kemarin. Jatim adalah penyumbang medali terbanyak bagi Indonesia di multievent terbesar di Asia itu.

KONI Pusat, memberikan sejumlah penghargaan kepada tokoh, pembina serta atlet yang ikut menyokong prestasi Indonesia selama 2018. Khususnya pada Asian Games lalu. Ketua Umum KONI Jatim Erlangga Satriagung menjadi salah satu penerima penghargaan yang diserahkan secara langsung oleh Tono Suratman, Ketua Umum KONI itu.

Erlangga, dinilai sukses melaksanaan pembinaan di Jatim. Sehingga provinsi ujung timur Pulau Jawa itu menjadi penyumbang medali emas terbanyak untuk Indonesia di Asian Games 2018. Para atlet Jatim menyumbangkan total 12 medali emas, enam perak dan 12 perunggu dari sepuluh cabang olahraga.

Dari 12 medali emas itu, enam di antaranya didapat dari nomor perorangan, yakni Eko Yuli Irawan (angkat besi), Jafro Megawanto (paralayang), Aji Bangkit Pamungkas (pencak silat), Sarah Tria Monita (pencak silat), Tiara Andini (balap sepeda), dan Rifki Ardiansyah ArRosyid (karate).

Sementara, enam medali emas lainnya diperoleh dari nomor ganda atau beregu, seperti Jafro Megawanto, Joni Efendi, dan Roni Pratama (beregu putra paralayang), Ihram dan Isadi Ardi (dragon boat), Rindi Supriyanto dan Abudzar Yulianto (sport climbing), Christopher Rungkat dan Aldila Sutjiadi (tenis lapangan), Kevin Sanjaya (bulu tangkis) dan Syaiful Rijal (sepak takraw).

“Kami hanya bisa bekerja keras agar Indonesia ke depan semakin maju dalam bidang olahraga. Dan merah putih semakin sering dikibarkan di luar negeri,” ucap Erlangga dalam pidato singkatnya setelah menerima penghargaan, Rabu (17/10) siang di ballroom Hotel Sultan, Jakarta.

Selain KONI Jatim, KONI Pusat juga memberikan penghargaan kepada Ketua KONI daerah lainnya, selerti Jawa Barat (Jabar), DKI Jakarta, Jawa Tengah (Jateng), Sulawesi Selatan (Sulsel), Bali, Sulawesi Tenggara (Sultra), Kalimantan Timur (Kaltim), Riau, Banten, Sulawesi Utara (Sulut), Gorontalo, Jogjakarta, Kalimantan Barat (Kalbar).

Sumatera Utara (Sumut), Nusa Tenggara Barat (NTB), Maluku, Jambi, Papua, Sulawesi Barat (Sulbar), Kalimantan Utara (Kaltara), Sulawesi Tengah (Sulteng), Sumatera Barat (Sumbar), Aceh, dan Maluku Utara. Dari semua daerah ini, Jatim lah penyumbang medali terbesar untuk Indonesia di Asian Games 2018.

“Pebinaan KONI pusat tercermin karena perolehan medali ini merata di seluruh Indonesia. Luar biasa. Kalau kami tidak salah dengar, ada 30 KONI daerah yang menyumbangkan medali di Asian Games. Luar biasa, kita patut bersyukur dan mudah-mudahan olahraga Indonesia semakin maju,” imbuh Erlangga.

Selain penghargaan kepada KONI daerah, KONI Pusat juga memberikan apresiasi kepada 23 ketua induk cabang olahraga di Indonesia yang berpartisipasi besar atas kesuksesan Asian Games. Nama pertama yang disebut adalah Prabowo Subianto, Ketua PB IPSI. Pencak silat adalah lumbung utama medali emas di Asian Games dengan 14 emas.

Selain Prabowo, KONI Pusat juga memberikan penghargaan kepada Airlangga Hartarto (wushu), Gatot Nurmantyo (karate), Marciano Norman (taekwondo), Teuku Riefky Harsya (kurash), Johny Asadoma (tinju), Yuyu Sutisna (FASI), Ilya Avianti (senam), Titiek Soeharto (panahan), Bambang Trihatmojo (menembak).

Ekawahyu Kasih (brigde), Wiranto (bulutangkis), Asnawi Abdul Rahman (sepak takraw), Rildo Ananda Anwar (tenis lapangan), Martuana Saragih (soft tenis), Imam Sudjarwo (voli), Fauzul Riza (panjat tebing), Raja Sapta Oktohari (balap sepeda), Basuki Hadimulyono (dayung), Rosan P Roeslani (PABBSI), Syaiful Ihsan (jetski), Klemen Tinal (sepatu roda), M. Hasan (atletik).

Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman, mengatakan bahwa pekerjaan Indonesia tidak berhenti pada Asian Games 2018 saja. Indonesia akan menghadapi tantangan besar dalam dua tahun ke depan, yakni SEA Games 2019 di Manila, Filipina, dan Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang.

“Masih banyak kegiatan yang dilanjutkan. Persiapan SEA Games 2019, PON 2020 dan Olimpiade 2020,” ucapnya. Tono mengajak seluruh stakeholder olahraga di Indonesia untuk tetap bekerja keras agar Merah Putih kembali berkibar di dua multievent internasional tersebut. (ks-6)

 

Komentar