Rucita Permatasari Bangkitkan Tinju di Kota Malang

Imbas Pertina Jatim Melempem

Rucita Permatasari (tengah) tokoh pegiat olahraga mulai membangkitkan tinju di Kota Malang yang pernah berjaya di era tahun 90 an

KANALSATU -  Banyak petinju berpotensi, dari petinju pemula mulai dari umur kelas SMP hingga SMK, bahkan senior tak pernah ada perhatian dari Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Jawa Timur (Jatim).

Tak pelak, pembinaan pun jalan di tempat. Pengurus Pertina Jatim, seakan tutup mata dengan kondisi tersebut.  

Rucita Permatasari, sebagai tokoh muda pegiat olahraga Jatim merasa prihatin dengan potensi para petinju bibit muda, khususnya di Kota Malang, yang mati suri. Mengawali event ‘Pertandingan Tinju Amatir’ kembali digeber yang pernah berjaya di Kota Malang.

“Saya ingin menghidupkan tinju, karena akhir-akhir ini saya lihat sangat lesu. Jadi saya ingin tinju ini giat kembali yang pernah berjaya di era tahun sembilan puluhan,” kata Rucita, di sela – sela Pertandingan Tinju Amatir, di halaman Malang Olimpic Garden (MOG), Minggu (14/8/2018) pagi.

Rucita mengaku, olahraga tinju baginya bukan hal yang asing, lantaran semasa kecil sering diajak nonton pertandingan tinju oleh almarhum opa (kakek)-nya.

“Tinju merupakan olahraga positif, dimana sangat dinanti – nantikan oleh masyarakat Kota Malang, sehingga perlu para pemula dan petinju yang sudah ada, kita support terus agar bisa berprestasi di tingkat nasional,” kata Rucita.   

Pertandingan Tinju Amatir, mempertandingkan 15 partai diikuti 28 petinju, empat diantaranya petinju wanita mendapat respon positif dari mantan petinju nasional asal Kota Malang. Diantaranya, Dobrak Arter, Little Pono, Nurul Huda, Widodo D’Cros, Monot, Tikno.

Bukan hanya para mantan petinju nasional, yang mendorong terselenggaranya Pertandingan Tinju Amatir tersebut, namun Wakil Walikota Malang Sofyan Edi Jarwoko, memberikan apresiasi tinggi kepada Rucita Permatasari, yang telah membangkitkan kembali olahraga tinju di Malang Raya.

“Saya menaruh perhatian untuk olahraga tinju ini. Tentunya, kami berikan apresiasi tinggi kepada mbak Cita yang telah menggiatkan tinju, karena tinju di Kota Malang pernah besar yang banyak menyumbang para petinju Nasional,” ujar Sofyan.

“Kalau ingin besar, kita awali dari kecil terlebih dahulu, agar para petinju muda bisa berprestasi dan mengharumkan Kota Malang. Tidak lupa, kami ucapkan terimakasih kepada para mantan petinju Kota Malang membantu mbak Cita dalam menyelenggarakan gelaran tinju amatir ini,” ujarnya.

Sofyan berharap, dengan gelaran Pertandingan Tinju Amatir yang digagas Rucita Permatasari menjadi energi bagi warga Malang Raya, khususnya olahraga tinju.  

“Mbak cita mengawali sesuatu yang positif dan ini kesempatan bagi kita semua, kami sebagai pemerintah akan mendukung langkah positif ini,” pungkas Sofyan. (ks-6)

Komentar