PLN Jatim Kirim Logistik untuk Normalisasi Listrik di Sulawesi Tengah

KANALSATU - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jatim ikut membantu memulihkan kondisi kelistrikan di Sulawesi Tengah pasca gempa dan tsunami. Setelah pada Rabu (3/10/2018) mengirimkan 200 personil tenaga ahli kelistrikan, maka pada hari ini, Rabu (10/10/2018) PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jatim mengirimkan logistik kelistrikan untuk normalisasi pasokan listrik di wilayah bencana.

”Hari ini kami mengirim berbagai peralatan kelistrikan yang dibutuhkan untuk membangun jaringan menengah. Peralatan tersebut diantaranya 61 unit trafo, 324 pin isolator, 1.902 piercing connector dan 300 ribu meter kabel jaringan,” terang Manager Komunikasi PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jatim, Fenny Nurhayati kepada wartawan di Surabaya, Rabu (10/10/2018).

Pembangunan jaringan menengah tersebut sangat diperlukan untuk menerangi seluruh rumah yang masih ada. Karena sebelumnya, prioritas PLN adalah menerangi fasilitas umum  seperti Rumah Sakit, tower jaringan telekomunikasi (BTS), rumah ibadah, perbankan dan pusat ekonomi.

Beberapa fasilitas umum yang berhasil diterangi diantaranya adalah 9 gedung perkantoran (pemerintah dan TNI), satu unit PDAM, 8 unit Rumah Sakit, 10 bank dan ATM, 9 unit Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), 10 BTS dan 16 rumah ibadah (masjid dan gereja).

Sementara saat ini, daya mampu pasokan listrik di Sulawesi Tengah mencapai 101,2 MW. Pasokan tersebut berasal dari Pembangkit Listrik yang sudah berfungsi, diantaranya adalah dari  PLTD Silae sebesar 3,9 MW, PLTD Sabang sebesar 4 MW dan PLTA Poso 3 X 65 MW.

”Masih ada satu PLTA yang belum berfungsi karena rusak berat, pipa cerobong patah,” katanya.

Karena kelistrikan fasilitas umum sudah mulai berfungsi, maka saat ini PLN mulai membangun jaringan menengah untuk menerangi rumah yang masih berdiri.

”Makanya kami mengirim berbagai peralatan tersebut karena pengiriman yang terdekat ya dari Jatim. Dan kami akan terus berkomitmen membantu pemulihan kelistrikan Sulawesi Tengan, utamanya di Palu, Donggala dan Sigi,” kata Fenny. (KS-5)

Komentar