Kemenperin Pastikan Mobil Esemka Penuhi Syarat Produksi Massal

KANALSATU - Kementerian Perindustrian memastikan mobil Esemka sudah memenuhi persyaratan untuk masuk fase produksi massal.

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika, mengatakan produsen mobil Esemka sudah siap dengan beberapa varian. ”Mereka sudah menjalani ketentuan administrasi sesuai prosedur. Produksi bisa dilakukan,” kata Putu, Minggu (7/10/2018).

Menurut Putu, PT Adiperkasa Citra Esemka Hero selaku produsen Esemka sudah memiliki nomor sertifikat uji tipe dan nomor identifikasi kendaraan bermotor. Dia mengatakan model yang terdaftar untuk produksi pertama adalah kendaraan bak terbuka atau pikap dan sport utility vehicle.

Mengenai kapan produksi akan mulai dilakukan dikatakan Putu merupakan kewenangan produsen. ”Kami menunggu saja,” ujar dia.

Kepala Sub-Direktorat Uji Tipe Kendaraan Bermotor Kementerian Perhubungan, Dewanto Purnacandra, mengatakan model Esemka yang akan diluncurkan sudah lulus uji tipe. ”Setelah melalui beberapa proses uji tipe, mobil Esemka mendapatkan sertifikat dari Kementerian Perhubungan. Ini menunjukkan bahwa mobil ini sudah layak produksi,” katanya.

Mobil Esemka diwacanakan sebagai produk mobil nasional sejak 2010. Mobil ini awalnya dikembangkan oleh gabungan sekolah menengah kejuruan bersama beberapa pabrikan. Salah satunya adalah PT Solo Manufaktur Kreasi. Namun, saat menjalani uji tipe pada 2012, Esemka gagal lulus. Sertifikat uji emisi mesinnya baru diperoleh setelah pengujian ketiga.

Pada 2015, mantan Kepala Badan Intelijen Negara, Abdullah Mahmud Hendropriyono, menggagas proyek mobil nasional. Hendro, yang berada di belakang PT Adiperkasa Citra Lestari, menggandeng Proton Holdings Berhard, pabrikan mobil nasional Malaysia. Adiperkasa lantas menggandeng Solo Manufaktur Kreasi dan membentuk PT Adiperkasa Citra Esemka Hero.

Kabar rencana produksi Esemka digaungkan kembali oleh calon wakil presiden Ma'ruf Amin. Kala berkunjung ke sebuah pesantren di kawasan Jember, Jawa Timur, dua pekan lalu, Ma'ruf menyebut mobil itu segera memasuki masa produksi pada akhir bulan ini.

Inisiator Esemka, Sukiyat, mengaku mendapat informasi bahwa di pabrik Esemka Boyolali sudah tersedia sekitar 6.000 unit. ”Tapi kenyataannya kayak apa, saya enggak tahu,” kata dia.

Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo berharap produsen Esemka tidak hanya berfokus memikirkan sisi bisnis. ”Semangat mobil Esemka pada awalnya adalah sebagai sebuah peluang baru bagi para lulusan sekolah menengah kejuruan," kata dia di kantornya, akhir pekan lalu.

Rudi pun berharap pabrik Esemka bisa memiliki training center yang bisa melatih keterampilan siswa SMK. ”Kami juga berharap pabrik itu bisa menerima yang ingin magang, baik magang pendidikan maupun magang kerja," kata Rudyatmo, yang pada 2012 ikut memperjuangkan mobil Esemka agar lolos uji tipe Balai Termodinamika Motor dan Propulsi. (INS/KS-9)

Komentar