Tiga atlet paralayang Jatim hilang di Palu pasca gempa

ilustrasi

SURABAYA: Nasib tiga atlet paralayang Jawa Timur yang tengah mengikuti kejuaraan di Kota Palu, Sulawesi Tenggara belum diketahui keberadaannya pasca terjadinya gempa bumi. Tim Paralayang Jatim diketahui mengirimkan enam atlet, didampingi dua pelatih senior Sugeng Susanto dan Yustira Ramadhan untuk bertanding di Palu - saat gempa bumi berkekuatan 7,4 skala richter (SR) melanda beberapa wilayah di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). Kabar terbaru yang diperoleh kanalsatu.com, Sabtu (29/9/2018) malam, menyebutkan lima anggota tim sudah dibawa ke Makassar mengikuti proses evakuasi. Mereka adalah dua pelatih Sugeng Santoso dan Yustira Ramadhani, serta tiga atlet yang selamat ketika Hotel Roa Roa yang diinapi runtuh akibat gempa. Meski mengaku masih shock, Ramadhani menyatakan, tiga anak asuhnya hingga proses evakuasi atlet yang selamat dilakukan, belum juga ditemukan. Sementara atlet yang selamat dan berhasil dievakuasi ke Makassar selain dirinya adalah Rizki, Viki dan Gigih. "Maaf kami masih shock, pak. Ini kami baru masuk hotel di Makassar mengikuti proses evakuasi. Mohon doa buat tiga atlet kami Reza, Ardi dan Fahmi yang belum ditemukan," ungkap Rama, sapaan akrabnya. Rama menjelaskan, kondisinya sehat dan tidak mengalami cidera akibat gempa. "Namun, mas Susan (Sugeng Santoso) dan Viki mengalami luka-luka, sedangkan Gigih hanya luka ringan. Alhamdulillah, saya selamat karena saat gempa tengah berada di lobi luar hotel, sedangkan anak-anak di kamar di lantai 7," katanya. (ksc)

Komentar