Forhati matangkan kader politiknya melalui SDIC

*_Pers Release_*
KANALSATU - Forum Alumni HMI-Wati/Kohati (Forhati) melalui Sekolah Demokrasi Insan Cita (SDIC) siapkan politisi perempuan kader HMIWati di seluruh Indonesia yang ingin memenangkan pertarungan Pemilihan Legislatif 2019.

Selama tiga hari di SDIC, para politisi perempuan kader HMIWati berkesempatan mendalami peran dan fungsi legislatif dari Ketua DPR,, menemukan jalan sukses dengan memahami mekanisme Pemilu dari Ketua KPU hingga cara memenangkan perselisihan Pemilu dari mantan Ketua Mahkamah Konstitusi dan mantan Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

SDIC juga akan menghadirkan Presidium MN KAHMI, Siti Zuhro; komisioner KPU periode 2002-2007, Chusnul Mar'iyah; dan komisioner KPU periode 2004-2007. Valina lina Singka Subekti, M.Si untuk berbagi pengetahuan agar para peserta siap beradu argumentasi dengan politisi perempuan lintas partai politik.

Motivasi meraih mimpi sebagai legislator perempuan akan semakin kuat dengan mendengar pengalaman tokoh transformasi from zero to hero seperti Dwi Sutjipto (Mantan CEO Semen Indonesia), Tomy Sutomo (Mantan Dirut Angkasa Pura I) dan Retno Marsudi (Menteri Luar Negeri RI).

Tak hanya teori, SDIC akan menfasilitasi para peserta bertukar pikiran dengan konsultan politik yang sukses mengantarkan Presiden/Gubernur/Bupati mencapai kemenangan antara lainBuhanuddin Muhtadi dan Syamsuddin Haesy.

Menemukan inspirasi dari perjalanan panjang politisi perempuan, Wan Azizah yang berhasil merebut hati rakyat dan memenangkan Pemilu Raya Malaysia melalui Stadium General di Kuala Lumpur Malaysia.

Para peserta juga akan berkonsultasi dengan mentor politik tingkat nasional yang berhasil menduduki kursi DPR dengan biaya terbatas di antaranya ada Ferry Mursyidan Baldan, Sofyan Mile, dan Afni Ahmad.

"Mentor politik, alumni HMI dan politisi kawakan ini tak hanya menjadi partner diskusi selama tiga hari, namun juga siap menjawab pertanyaan Anda atau berbagi tips dan trik meraih kursi legislatif melalui duiskusi online."(ksc)
Komentar