PLN dan Ulama Madura Sosialisasikan Fatwa Mencuri Listrik Haram

KANALSATU - PLN Distribusi Jawa Timur bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) melaksanakan Sosialisasi Ketenagalistrikan dan Implementasi Fatwa MUI Nomor 17 Tahun 2016 tentang pencurian listrik. Sosialisasi ini menjadi wadah diskusi bagi seluruh lapisan masyarakat Madura terkait penggunaan listrik yang aman, tertib dan benar.


General Manager PLN Distribusi Jatim, Bob Saril memaparkan bahwa PLN siap untuk mendukung meningkatkan rasio elektrifikasi di Pulau Madura. "Kami meminta bantuan para alim ulama di Madura untuk membantu mensosialisasikan kepada masyarakat untuk tidak mengutak atik dan menjaga kWh meter," kata Bob di Ballroom Hotel Front One, Pamekasan, Rabu (12/09).


Sosialisasi ini dihadiri perwakilan MUI Pamekasan, Muspida Pamekasan, Alim Ulama serta Organisasi Masyarakat (Ormas) Pamekasan.


Senada dengan Bob Saril, perwakilan MUI Pamekasan Imam Santoso, menyampaikan kesediaan alim ulama untuk menjadi agen sosialisasi terkait Fatwa MUI Nomor 17 Tahun 2016 serta pembayaran listrik maksimal tanggal 20 setiap bulannya. “Mencuri listrik itu haram, masyarakat dihimbau untuk menggunakan listrik secara legal sesuai Fatwa MUI," tambahnya.

Sebagai bentuk komitmen PLN, MUI dan seluruh lapisan masyarakat di Madura, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman tentang penertiban penggunaan tenaga listrik, kewajiban membayar listrik tepat waktu, peningkatan pelayanan secara profesional dan transparan serta peningkatan keandalan jaringan untuk kesejahteraan perekonomian warga.

Masyarakat pun menyambut baik dan antusias sosialisasi dan implementasi Fatwa MUI Nomor 17 Tahun 2016 tentang pencurian listrik tersebut.


Secara simbolis, perwakilan ulama juga menyerahkan sorban kepada Bob Saril sebagai kesungguhan PLN dalam melayani dan menyejahterakan masyarakat.

Tak lupa disampaikan ucapan terimakasih PLN kepada MUI, serta kepada segenap komponen masyarakat di Madura. (KS-5)
Komentar