Indonesia dan Korea Selatan Tingkatkan Hubungan Perdagangan dan Investasi

KANALSATU – Presiden Joko Widodo menargetkan perdagangan Indonesia dan Korea Selatan bisa mencapai 30 miliar Dolar AS pada 2022. Hal tersebut disampaikan Presiden saat kunjungan ke Korea Selatan untuk memperingati 45 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

”Di tengah banyak ketidakpastian di dunia, Indonesia dan Korea Selatan mampu membukukan hubungan yang semakin kuat. Perdagangan kita tahun 2017 naik 20 persen,” ucapnya.

Dalam kunjungannya kali ini, Kepala Negara mengaku terkesan setelah melihat besarnya antusiasme pengusaha dan investor Korea Selatan untuk meningkatkan kerja sama ekonomi dengan Indonesia. Hal itu disebutnya menunjukkan tingkat kepercayaan yang tinggi dari dunia usaha Korea Selatan kepada ekonomi Indonesia.

”Saya mendapatkan laporan, dalam pertemuan bisnis tadi telah ditandatangani sejumlah MoU dengan potensi investasi sebesar 6,2 miliar Dolar AS,” ungkapnya.

Selain itu, Presiden Joko Widodo menyampaikan ucapan terima kasih dari Indonesia atas dukungan yang diberikan Korea Selatan dalam Asian Games 2018 beberapa waktu lalu. Kehadiran dan keterlibatan Korea Selatan dalam ajang olahraga tertinggi se-Asia di Indonesia itu memberikan warna dan kemeriahan tersendiri.

”Kehadiran Perdana Menteri Korea Selatan pada pembukaan Asian Games sangat kami hargai dan tentu saja partisipasi K-POP IKON dan SUJU (Super Junior) pada penutupan Asian Games menambah keceriaan energi Asia,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam kesempatan yang sama, Presiden Moon Jae-in mengatakan bahwa kedua negara akan terus mengaktifkan pertukaran atau perundingan antara pejabat tinggi termasuk dalam pertemuan puncak dan perundingan kebijakan. Ia menyebut, sejak pertemuan puncak tahun lalu, kedua negara aktif melakukan kerja sama di berbagai bidang.

”Agar masyarakat (kedua negara) dapat merasakan hasil kerja samanya, saya akan mengecek hasil implementasinya secara lebih teliti dan mendorong agar dapat lebih cepat dilaksanakan,” ujar Presiden Moon.

Presiden Moon juga mengapresiasi upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia dalam mendukung terwujudnya perdamaian di Semenanjung Korea. Secara khusus ia berharap banyak dari Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk terus mengupayakan perdamaian di Semenanjung Korea dan belahan dunia lainnya.

”Saya menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Yang Mulia Presiden Jokowi atas jasanya membangun perdamaian Semenanjung Korea seperti telah mengundang pemimpin Korea Selatan dan Utara,” tuturnya.

Untuk diketahui, dalam pertemuan bilateral yang berlangsung sebelum pernyataan pers bersama ini, kedua negara sepakat untuk menandatangani enam nota kesepahaman yang disaksikan langsung Presiden Joko Widodo dan Presiden Moon Jae-in. Nota kesepahaman tersebut mencakup bidang keimigrasian, bidang ekonomi, bidang manajemen sumber daya manusia, kemudian kerja sama antara Sekretariat Kabinet Republik Indonesia dengan Ministry of Government Legislation Korea Selatan, kerja sama di bidang keamanan maritime serta bidang aktivitas yang berkaitan dengan industri 4.0.

Turut hadir dalam pertemuan bilateral tersebut ialah Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin, Kepala BKPM Thomas Lembong, Kepala Bekraf Triawan Munaf, serta Duta Besar RI untuk Korea Selatan Umar Hadi.(KS-7)

Komentar