Jatim Alami Inflasi 0,11 Persen di Bulan Agustus

Enam Kota IHK Alami Deflasi

Kepala Badan Pusat Statistik Jatim Teguh Pramono

KANALSATU - Pada Agustus 2018, Jawa Timur mencatat inflasi sebesar 0,11 persen. Inflasi pada bulan ini disumbang dari dua kota, yakni Surabaya dan Malang. Sedangkan enam kota lain mengalami deflasi


”Jadi, inflasi ini merupakan fenomena di perkotaan. Di Surabaya inflasi sebesar 0,23 persen, sedangkan di Malang 0,05 persen,” Kepala Badan Pusat Statistik Jatim Teguh Pramono, Senin (3/9/2018). Sepanjang dua tahun lalu, pada bulan yang sama di provinsi ini selalu mengalami deflasi.

Komponen yang menyumbang inflasi secara signifikan ialah pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 2,04 persen. Selain pendidikan dan rekreasi, komponen lain seperti kelompok perumahan, kelompok makanan jadi dan kelompok kesehatan juga berkontribusi terhadap terjadinya inflasi.

”Jadi pengaruh biaya pendidikan terhadap inflasi di Jatim besar, karena ini yang paling menonjol dibandingkan komponen lain,” lanjut Teguh. Sebenarnya, kenaikan biaya pendidikan juga terjadi di kota-kota lain, tapi deflasi komoditas yang terjadi lebih dalam sehingga angka inflasi bisa ditekan.

Tiga komoditas utama yang mendorong inflasi ialah biaya sekolah dasar, biaya sekolah menengah atas dan biaya kontrak rumah. Sementara komoditas yang mendorong terjadinya deflasi di antaranya telur ayam ras, bawang merah dan cabai rawit.

”Padahal bulan sebelumnya, komoditas itu merupakan faktor utama pendorong inflasi,” katanya. Pada Agustus, harga telur ayam ras mengalami penurunan. Turunnya harga tersebut disebabkan kenaikan pasokan, sedangkan permintaan tidak mengalami perubahan signifikan.

Sementara untuk dua komoditas lain, yakni bawang merah dan cabai rawit, harganya justru turun pada momen hari Raya Idul Adha. Penurunan harga itu juga tidak terlepas dari suplai di pasaran yang melimpah. (KS-5)

Komentar