Pakde Karwo Paparkan Inovasi Financial Engineering Jatim ke Mahasiswa UGM

KANALSATU - Gubernur Jatim Soekarwo memaparkan berbagai inovasi pembiayaan Jatim atau yang dikenal sebagai financial engineering saat menerima kunjungan Mahasiswa Profesi Akuntansi Universitas Gadjah Mada (UGM) di UPT Lab. Pengelolaan Keuangan Daerah Provinsi Jatim, Selasa (7/8/2018) pagi. Inovasi financial engineering tersebut dilakukan untuk mengatasi government spending yang semakin menurun, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jatim.

Pakde Karwo-sapaan Gubernur Jatim menjelaskan, terdapat dua jenis inovasi financial engineering atau pembiayaan yang dilakukan Pemprov Jatim yakni fiscal engineering dan creative engineering.

Dalam paparannya, Pakde Karwo mengatakan, pembiayaan dengan model fiscal engineering telah diterapkan melalui loan agreement Bank Jatim dengan Pemprov Jatim, rekonstruksi pembiayaan subsidi ke non subsidi (Agro-Maritim Financing), pembentukan Badan Layanan Umum Daerah/BLUD, serta pendirian badan usaha yang bergerak di bidang Pedagang Besar Farmasi (PBF) dan Pedagang Besar Alat Kesehatan (PBAK).

Melalui loan agreement, lanjutnya, Bank Jatim memberikan suku bunga kredit murah 6-9 persen untuk UMKM. Dengan demikian, pembiayaan ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah industri primer-sekunder, mencegah urbanisasi, serta secara etos kerja juga bisa mendidik UMKM menjadi entrepreneur. Pembiayaan tersebut antara lain untuk mendanai onfarm pada proses primer sekunder atau dinamakan Agro Maritim Financing.

”Solusi pembiayaan ini diharapkan bisa menggeser nilai tambah ke pedesaan, sehingga menjadi solusi terhadap anomali inflasi di pedesaaan, serta menurunkan kemiskinan di pedesaan,” ujarnya. Ia menambahkan fiscal engineering juga diterapkan pada Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) seperti rumah sakit. Dengan diberlakukannya BLUD ini, pelayanan tidak menggunakan APBD.

Demikian pula, dilakukan pendirian PBF dan PBAK yang akan meningkatkan PAD serta sekaligus  efisiensi. ”Yang terbaru, Bulan Oktober 2018, 20 SMK Negeri siap untuk di-BLUDkan berada di bawah Dinas Pendidikan Provinsi Jatim,” katanya.

Sedangkan untuk model pembiayaan creative engineering, Pakde Karwo mengatakan, telah diterapkan pada pinjaman bank dan non bank, obligasi daerah, dan memperbanyak model Public Private Partnership (PPP).

Ia menambahkan, Jatim juga mengusulkan corporate bond yang masih dipelajari teknisnya oleh OJK. Ditambahkan, yang dijual pada corporate bond ini adalah prospek proyeknya. Sebagai contoh, Prospek Pelabuhan Probolinggo.
 
Sementara untuk pembiayaan dengan PPP telah dilakukan Proyek SPAM Umbulan yang menjadi showcase kerjasama pemerintah badan usaha, bahkan mendapatkan penghargaan dari PBB. Dalam hal ini, Pemprov Jatim antara lain memiliki peran memberi dukungan perijinan, pengadaan tanah, konservasi wilayah serapan, serta menerima air dan membayar tarif ke badan usaha, suplai air, dan menerima tarif dari PDAM.

Dikatakan, rencananya Juli 2019 SPAM Umbulan sudah bisa beroperasi. Jika proyek SPAM Umbulan rampung, maka air tersebut dapat melayani kebutuhan air minum yang sehat dan jernih bagi lebih dari 1,3 juta jiwa masyarakat Jatim, khususnya di Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Gresik, Sidoarjo, dan Kota Surabaya.

Sementara itu, Ketua Rombongan  Kunjungan Mahasiswa Profesi Akuntansi UGM Prof. Dr. Slamet Sugiri mengatakan, pihaknya mengapresiasi penjelasan Pakde Karwo mengenai kemajuan dan inovasi yang telah dicapai Pemprov Jatim

”Ini sangat berharga bagi UGM. Kami bisa belajar apa yang ada di Pemprov Jatim terutama yang terkait dengan akuntansi dan manajemen pemerintahan,” pungkasnya. (HJT/KS-7)

Komentar