Start Up Kuliner Didorong Kembangkan Pemasaran

Deputi Pemasaran Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif), Joshua Puji Mulia Simandjuntak (tengah) berbincang dengan salah satu peserta Kreatifood di Atrium Mall Ciputra World Surabaya, Jumat (27/7/2018).

KANALSATU – Start up atau usaha rintisan di bidang kuliner diminta lebih mengembangkan pasar. Selama ini pemasaran hasil produksi start up di bidang kuliner masih lebih banyak di regional saja.

Padahal dari sisi kualitas sebenarnya memiliki potensi untuk dipasarkan hingga ke luar negeri. ”Kalau dilihat, rasanya cukup universal. Jadi, semua orang pasti suka. Makanya, kami membantu menemukan orang sebagai mitra yang mau mengembangkan bisnis peserta Kreatifood ini,” Deputi Pemasaran Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif), Joshua Puji Mulia Simandjuntak usai membuka Kreatifood di Atrium Mall Ciputra World Surabaya, Jumat (27/7/2018).

Kreatifood 2018 yang berlangsung 27-29 Juli ini menampilkan 95 usaha rintisan di bidang kuliner yang sudah lolos kurasi dari Bekra. Dalam ajang ini, produsen tidak hanya mempunyai kesempatan untuk menjual produknya saja tetapi sekaligus menawarkan bisnisnya kepada calon investor.

Dengan event ini diharapkan bisa membuka pasar domestik sekaligus pasar ekspor. Diakui Josua, di divisi pemasaran ini ada dua peluang yang sekarang yang sekarang sedang dilakukan.

”Salah satunya kegiatan Kreatifood ini, untuk menciptakan dimensi dan juga mewujudkan titik temu. Jadi sebenarnya acara Kreatifood ini bukan semata-mata hanya berjualan produk. Saya sempat jalan-jalan berbicara dengan beberapa peserta sebenarnya yang ditawarkan di sini adalah bisnis bisnis opportunity dan untuk yang datang yang hadir selain bisa icip-icip ini sebenarnya adalah kesempatan untuk berinvestasi karena di sini produk-produk yang ada di tampilkan di sini itu datang dari berbagai daerah,” ungkap Josua.

Dikatakan Josua, Bekra menyediakan dana sebesar Rp 6 miliar untuk semua startup yang terdiri dari kuliner, aplikasi digital, game, dan kriya. ”Dana itu namanya Bantuan Insentif Pemerintah (BIP). Nantinya akan ada tiga pemenang yang terpilih tahun ini untuk bisa menjadi prioritas BIP tahun depannya. Karena BIP tahun ini sudah mulai berjalan dan dalam tahap kurasi,” tukasnya.

Menurut data yang ada kontribusi PDB ekonomi kreatif subsector kuliner tahun 2016 adalah yang terunggul berdasarkan survey khusus ekraf oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yaitu mencapai 41,4 persen. Pada tahun 2016, nilai ekspor kuliner mengalami peningkatan sebesar 6,92 persen menjadi 1,206 Juta dolar AS yang sebelumnya 1,179 Juta Dolar AS.

Salah satu usaha yang sudah ekspor adalah produk Jahe Merah dan Kunyit dari Kelompok Wanita Tani (KWT) Berdikari Wonosobo. ”Kami sudah ekspor ke Belanda, Suriname, Malaysia, Thailand, dan beberapa negara lainnnya. Tapi belum satu kontainer. Kami berharap kehadiran di Surabaya ini bisa ketemu investor yang bisa bawa minuman jamu kami ekspor yang lebih besar,” ungkap Ketua KWT Berdikari Wonosobo, Sudaryati.  (KS-5)

Komentar