Proyek PP Properti di Surabaya Diminati Investor Asing

KANALSATU – Proyek yang dikembangkan PT PP Properti Tbk (PPRO) diminati investor Dubai. Melalui PT Arvada Investama, investor asing tersebut telah memborong tiga Tower Apartemen milik PPRO di Surabaya, yaitu Grand Shamaya, Grand Dharmahusada Lagoon dan Grand Sungkono Lagoon.

Tidak tanggung-tanggung, nilai pembeliannya mencapai Rp2,1 Triliun. "Pembelian tiga tower ini adalah sebagai bukti kepercayaan pasar terhadap produk-produk PPRO yang inovatif. Dengan adanya pembelian ini PPRO optimis mencapai target kinerja tahun 2018,” kata Direktur Utama PPRO, Taufik Hidayat di Surabaya, Jumat (6/7/2018).

Ketiga apartemen tersebut berlokasi di kota Surabaya yang tersebar di tiga titik kota, yaitu Surabaya Pusat, Surabaya Timur dan Surabaya Barat. Sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, pertumbuhan kota Surabaya terus meningkat setiap tahunnya.

Hal ini dapat dilihat dari perkembangan infrasuktur kota Surabaya yang saat ini tak kalah dari Jakarta. Dalam satu dekade terakhir, Surabaya menjelma menjadi kota yang mengalami pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur yang sangat pesat.

Data BPS menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi kota Surabaya mencapai 6,0 persen. Lebih tinggi dari rata-rata nasional yang hanya mencapai sekitar 5,1 persen.

Pembangunan sarana dan pra sarana infrastruktur juga terus diupayakan oleh Pemerintah Kota Surabaya, seperti pembangunan jalan tol antar kota, menuntaskan pembangunan frontage road dan juga perencanaan MRT (Mass Rapid Transit).

Melihat kondisi pasar saat ini membuktikan bahwa pasar Properti di Surabaya tetap menarik bagi investor.

”PPRO berterima kasih kepada Pemkot Surabaya yang telah memberikan kelancaran proses perijinan sehingga Apartemen tersebut saat ini sudah bisa dimulai pembangunannya. Pemkot Surabaya dibawah kepemimpinan Ibu Risma juga telah menciptakan suasana yg kondusif sehingga investor tetap tertarik untuk berinvestasi di Surabaya,” tutur Taufik.

Grand Shamaya, salah satu apartemen yang dibeli oleh PT Arvada Investama merupakan produk masterpiece dari PT. PP Properti Tbk. Dibangun di atas lahan seluas 1.6 hektar, Grand Shamaya turut menggandeng konsultan-konsultan kelas dunia seperti Aedas, Alex Bayusaputro dari Genius Loci dan Hitachi.

Project Director Grand Shamaya Nurjaman mengatakan bahwa saat ini penjualan Grand Shamaya telah mengalami kenaikan 20 persen sejak diluncurkan pertama kali pada 2017 lalu. Penjualan tower Aubrey yang merupakan tower pertama Grand Shamaya telah mencapai 80 persen dari total 409 unit apartemen, dan ditargetkan dapat sold out sebelum akhir tahun 2018.

Sejak Groundbreaking pada Desember 2017 lalu, progres lapangan Grand Shamaya terus berjalan sesuai dengan timeline. Pada kuartal kedua tahun ini, proses pekerjaan sudah masuk pada fase pekerjaan pondasi dan diharapkan tower Aubrey dapat diselesaikan sebelum kuartal keempat tahun 2021.

Di waktu yang sama, Grand Shamaya turut melakukan progress pembangunan Marketing Office dan Grand Shamaya Hub. Terdiri dari bangunan 3 lantai, Marketing Office dan Grand Shamaya Hub ditunjang dengan fasilitas mini lifestyle center untuk menarik para pengunjung datang dan juga menunjang pemasaran penjualan apartemen Grand Shamaya.

Proses konstruksi Marketing Office dan Grand Shamaya Hub ini telah selesai dilakukan pemancangan pondasi dan sedang melakukan konstruksi struktur atas dengan menggunakan baja dan ditargetkan dapat beroperasi pada akhir tahun 2018. (KS-5)

Komentar