Rusia Resmikan Masjid Baru 'Nurullah' di Kota Satelit Solnechnogorsk

Rusia Resmikan Majid Baru 'Nurulloh' di Kota Satelit Solnechnogorsk

KANALSATU – Rusia resmikan masjid “Nurullah” di Solnechnogorsk, salah satu kota satelit wilayah Moskow Region pada Minggu (17/6/2018). Hadir di acara tersebut Hadir Duta Besar Palestina dan Sudan, serta perwakilan Administrasi Presiden Federasi Rusia, perwakilan Pemerintah Moskow Region, dan Kepala Distrik Kota Solnechnogorsk.

Demikian keterangan pers yang disampaikan KBRI Moskow kepada Kanalsatu melalui surat elektronik.

Masjid "Nurullah" merupakan masjid yang ke delapan dibangun di Moskow Region. Di seluruh Rusia sendiri terdapat sekitar 8500 masjid. Di Moskow Region sendiri tinggal lebih dari 110 ribu umat muslim. Sholat Idul Fitri tahun 2018 dilakukan di 39 tempat di Moskow Region, termasuk di masjid “Nurullah”, Solnechnogorsk.

Masjid “Nurullah” dibangun di atas lahan seluas 400 meter persegi dan dapat menampung 450 jemaah. Pada saat perayaan hari besar keagamaan, seperti Idul Fitri tahun ini dan juga sholat Jumat, masjid “Nurullah” dihadiri ribuan jemaah. Masjid berdiri kokoh dan indah tidak jauh dari jalan protokol yang melintasi jalur Moskow-St. Petersburg. Di samping bangunan utama masjid ini terdapat bangunan terpisah yang tidak begitu besar yang digunakan tempat sholat wanita dan madrasah. Peresmian masjid yang bersamaan dengan perayaan Idul Fitri 1439 H merupakan waktu yang sudah lama ditunggu-tunggu masyarakat muslim setempat. Pembangunan masjid membutuhkan waktu sekitar 18 tahun, sejak peletakan batu pertama tahun 2000 lalu oleh Ketua Dewan Mufti Rusia.

Duta Besar RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi menghadiri peresmian masjid “Nurullah”. Kehadiran Dubes Wahid memenuhi undangan Ravil Gaynutdin, Ketua Dewan Mufti Rusia yang juga sebagai Ketua Majelis Muslim Federasi Rusia.

Dalam sambutannya, Ravil Gaynutdin mengemukakan bahwa di Rusia telah dibuka sejumlah masjid, tidak hanya di Solnechnogorsk, tetapi juga di Kostroma, Arhangelsk dan berbagai wilayah lainnya. Ravil Gaynutdin mengapresiasi kehadiran para Duta Besar negara sahabat, termasuk Indonesia dalam acara peresmian masjid di Solnechnogorsk ini.

“Di sini ada duta besar Indonesia. Anda tahu bahwa Indonesia merupakan negara berpenduduk muslim terbesar di dunia,” kata Ravil Gaynutdin saat memberikan sambutan pembukaan.

Dalam sambutannya, Dubes Wahid menyambut baik peresmian masjid “Nurullah” yang menunjukan berkembangnya Islam di Rusia. Dubes Wahid mengaku telah mengunjungi 20 propinsi atau wilayah bagian selama lebih dari dua tahun bertugas di Rusia dan selalu menyempatkan diri mengunjungi masjid setempat. Ditambahkan bahwa Indonesia dan Rusia memiliki kesamaan sebagai negara multietnis, multibudaya dan multiagama, dan kedua negara sama-sama mempromosikan nilai-nilai toleransi. Di Rusia terdapat sekitar 180 suku bangsa dan di Indonesia sekitar 700-an.

“Sejak kunjungan Presiden Joko Widodo ke Rusia pada Mei 2016 lalu, hubungan kedua negara semakin berkembang, namun perlu terus ditingkatkan lebih jauh lagi, khususnya kerja sama antar masyarakat muslim, termasuk di kalangan pengusaha muslim,” kata Dubes Wahid dalam sambutannya.

Lebih lanjut Dubes Wahid menyampaikan rencana penyelenggaraan bisnis forum para pengusaha muslim Indonesia-Rusia pada Mei tahun depan dalam rangka Kazan Summit di Kazan, Republik Tatarstan. KBRI Moskow akan bekerjasama dengan International Association of International Association of Islamic Business (IAIB)Rusia untuk meralisasikan rencana tersebut.

Selain itu, Dubes Wahid mengundang para pengusaha muslim Rusia untuk menghadiri Forum Bisnis Rusia-Indonesia tanggal 2 Agustus 2018 di Moskow dan Trade Expo Indonesia di BSD City, Indonesia tanggal 24-28 Oktober 2018. Dubes Wahid juga mengundang masyarakat muslim untuk menghadiri Festival Indonesia ketiga di Taman Krasnaya Presnya, Moskow tanggal 3-5 Agustus 2018.

Rusia merupakan negara berpenduduk muslim terbesar di Eropa yang jumlahnya sekitar 25 juta orang. Oleh karena itu terdapat potensi kerja sama, termasuk di bidang ekonomi, perdagangan dan pariwisata berbasis Islam. Indonesia dan Rusia telah menjalin kerja sama di bidang pendidikan Islam.

Sejumlah mahasiswa muslim Rusia telah belajar di perguruan tinggi Islam di Indonesia, melalui beasiswa dari Kementerian Agama RI. Di antara mahasiswa yang lulus tersebut terdapat yang menjadi imam, pengajar di perguruan tinggi Islam atau bekerja di lembaga majelis muslim di Rusia. Beberapa di antaranya seperti Miratullo, lulusan Universitas Islam Negeri Malang yang memiliki usaha restoran Indonesia di Kazan, Republik Tatartsan. Artur Gubaydullin, lulusan Universitas Islam Negeri Jakarta yang saat inibekerja di Dewan Mufti Rusia. (kbrimoskow/ed/mluq)

Komentar