Lazis PJB, Santuni Warga Hingga Bangun Gedung Pendidikan

KANALSATU – Keberadaan LAZIS (Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh) di PT Pembangunan Jawa Bali (PT PJB) terasa manfaatnya. Bukan hanya bagi karyawan tetapi juga masyarakat.

Dana infaq dan shodaqoh dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan amal, mulai dari pemberian santunan kepada anak yatim, bantuan untuk masyarakat kurang mampu, membantu korban bencana, hingga membangun ruang kelas untuk menunjang pendidikan keagamaan.

Direktur Utama PJB, Iwan Agung Firstantara mengungkapkan, pengumpulan dana dilakukan dengan cara pemotongan penghasilan karyawan. ”Sistem ini dapat diterima karyawan karena memudahkan karyawan menyalurkan ZIS mereka,” ujarnya saat buka puasa di kantor PJB di Surabaya, Kamis (7/6/2018).

Dana yang terkumpul rata-rata sekitar Rp 463 juta per bulan. Angka ini masih bisa ditingkatkan mengingat dari 2.917 karyawan muslim PJB, baru sebagian yang menyalurkan ZIS-nya lewat LAZIS PJB.

Menjelang Ramadan, LAZIS telah mempelopori pemanfaatan teknologi Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Beras pada pertengahan April lalu. Melalui ATM beras maka masyarakat penerima bantuan beras tak perlu lagi antre berdesakan yang memakan waktu dan tenaga. Mereka cukup datang ke ATM beras sesuai jadwal gilirannya dan mendapatkan jatah yang tepat.

Pada tahap awal LAZIS PJB menyediakan 10 ATM beras yang tersebar di Gresik, Bekasi, Jakarta, Probolinggo, Lamongan, Malang, Bojonegoro dan Kediri.

Sementara selama Bulan Ramadan, berbagai aksi amal dilakukan karyawan PJB melalui LAZIS. Diantaranya pemberian bantuan sembako kepada masyarakat sekitar di seluruh unit JBP yang tersebar di Indonesia, rata-rata 300 paket sembako per unit.

Bahkan LAZIS juga membiayai pembangunan satu ruang gedung Graha Yatim Mandiri senilai Rp 375 juta dan memberikan 3.200 paket Lebaran senilai Rp 800 juta ke PT Mitra Yatim Mandiri. (KS-5)

Komentar