Stabilisasi Harga, Bulog Gelontor Bahan Makanan Utama ke Pasar

KANALSATU – Memasuki Bulan Ramadan biasanya ditandai dengan naiknya beberapa harga barang. Utamanya adalah bahan pangan utama seperti beras, gulam minyak goreng dan terigu.

Bersama Pemprov Jawa Timur dan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Perum Bulog Divre Jawa Timur melepas enam truk yang bermuatan bahan pangan untuk dikirim ke sejumlah titik di Surabaya dan Sidoarjo. Pelepasan bahan makanan ini merupakan bagian dari Gerakan Stabilisasi Harga.

” Dalam rangka meredam gejolak menjelang Hari Ramadan, Perum Bulog Jatim sudah menyediakan sejumlah komoditi untuk digelontorkan melalui Gerakan Stabilisasi Pangan. Gerakan ini tidak hanya dilakukan di sini saja tetapi juga di 13 kantor subdivre Bulog di seluruh Jatim,” ujar Kepala.Bulog Divre Jatim, Muhammad Hasyim di Sidoarjo, Selasa (15/5/2018).

Hasyim mengatakan, langkah stabilisasi harga ini penting dilakukan karena biasanya permintaan sejumlah komoditas pangan selama puasa dan Ramadan mengalami kenaikan. Dan hal ini pastinya berdampak pada naiknya harga berbagai jenis kebutuhan pangan tersebut.

Untuk saat ini, dari pantauan yang dilakukan Bulog, harga pangan di wilayah Jatim relatif stabil. Hanya sedikit jenis komoditas yang mengalami kenaikan harga, yaitu komoditas yang permintaannya telah mengalami kenaikan sejak sebelum puasa, seperti telur dan daging ayam broiler. Dan kenaikan itupun menurutnya masih dalam taraf wajar.

”Kenaikan bukan karena tidak adanya stok, tetapi karena kenaikan permintaan. Stok pangan di Jatim aman dan tidak akan kekurangan. Untuk itu kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian secara besar-besaran,” ujarnya.

Dijelaskan Hasyim, saat ini stok beras di Jatim mencapai 227 ribu ton yang cukup untuk memenuhi kebutuhan selama10 bulan ke depan. Sementara stok tepung terigu di seluruh gudang Bulog di Jatim mencapai 104 kilogram, stok minyak goreng mencapai 750 ribu liter dan srok gula pasir mencapai 25 ribu ton.

Assisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Provinsi Jatim, Fatah Yasin juga mengatakan dengan situasi stok cukup, masyarakat hendaknya tidak terlalu banyak menyimpan stok di rumah dengan cara melakukan pembelian secara besar-besaran.

”Belanja sesuai kebutuhan. Tidak harus belanja dengan jumlah besar selama sebulan. Seolah-olah barang akan habis. Padahal kalau melihat laporan, stok cukup bahkan hingga akhir tahun. Apalagi Gubernur bersama Kapolda Jatim juga telah menjamin keamanan paska adanya bom bunuh diri kemarin. Jadi tidak usah khawatir dari sisi keamanan,” kata Fatah.

Ia juga mengatakan bahwa pada tahun ini Pemprov Jatim juga telah menganggarkan dana untuk subsidi ongkos angkut. Tahun ini, dana yang dianggarkan mencapai Rp 7 miliar yang akan dialokasikan untuk operasi pasar saat puasa dan lebaran serta natal dan tahun baru. Dari total dana tersebut, Rp 5 miliar dialokasikan untuk OP selama puasa dan lebaran.

Kepala Divisi Pengembangan Ekonomi BI Kanwil Jatim Dery Rossianto mengatakan, sebagai wakil dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jatim, BI juga ikut bekerjasama dalam menyukseskan upaya ini.

Dan dari hasil evaluasi Tim TPID yang telah dilakukan dua minggu yang lalu menunjukkan bahwa Jatim paling siap diantara Pemprov di Indonesia dalam menghadapi momen puasa dan lebaran. Dan sekarang realisasinya bahwa harga saat ini stabil. Walaupun ada beberapa harga yang lebih tinggi karena naiknya permintaan seperti telor. Bahkan teror bom yang terjadi dua hari kemarin juga tidak berpengaruh.
(KS-5)

Komentar