Siasati Kondisi Pasar, Holcim Optimalkan Efisiensi dan Mitigasi

KANALSATU - Di tengah tekanan akibat persaingan pasar, Holcim Indonesia mampu mencatatkan peningkatan penjualan bersih sebanyak 2 persen dari Rp 2,158 Milyar di tahun 2017 menjadi Rp 2,201 Milyar pada tahun 2018. Asosiasi Semen Indonesia melaporkan terjadi pertumbuhan penjualan semen pada tahun 2018 sebesar 6,6 persen jika dibandingkan tahun 2017 pada periode yang sama.

Terjadinya peningkatan konsumsi di Sumatra dan Kalimantan yang masing-masing mencapai 9 persen dan 7 persen, juga mendorong pertumbuhan permintaan semen dan membantu penyerapan pasokan yang berlebih, disamping upaya ekspor yang dilakukan oleh pelaku bisnis semen.

Meskipun mengalami peningkatan pada penjualan, Holcim mencatatkan kerugian sebesar Rp 332 milyar  yang disebabkan oleh menurunnya harga jual serta tingginya biaya energy jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu. ”Tingginya curah hujan serta jam kerja yang berkurang dikarenakan ada banyak hari libur juga berkontribusi pada pencapaian yang lebih rendah,” ujar Presiden Direktur Holcim Indonesia, Gary Schutz melalui siaran pers, Senin (14/5/2018).

Menanggapi hasil kuartal pertama, Schutz mengatakan, situasi di pasar Indonesia masih terus menantang di kuartal pertama 2018. ”Sebagai langkah antisipasi, Holcim juga melakukan efisiensi biaya dan mengambil langkah-langkah transformasi komersial,” kata Schutz.

Di sisi lain, Asosiasi Semen Indonesia telah menyampaikan perhatiannya terhadap peraturan pemerintah mengenai impor semen dan klinker yang dapat mempengaruhi keuangan dan bisnis perusahaan semen di Indonesia. Sementara pemerintah terus melanjutkan proyek infrastruktur, pihak pengembang juga memberikan kemudahan bagi pemilik rumah untuk mendorong pertumbuhan pasar melalui program pembiayaan dan cicilan yang mudah.

”Hal ini mencerminkan bentuk kerjasama untuk menciptakan peluang bagi pertumbuhan,” ucap Schutz.

Holcim Indonesia juga mendapatkan kepercayaan dari pemerintah untuk proyek revitalisasi kompleks olah raga terbesar di Indonesia, Gelora Bung Karno. Holcim terpilih karena memiliki produk beton berpori ThruCrete dan ColoCrete yang dapat menyerapkan air langsung ke dalam tanah sehingga dapat digunakan pada lintasan jogging, taman serta jalur pejalan kaki yang ada di kawasan GBK ini.

Beton berpori ini juga mampu mencegah genangan air sehingga sangat aman bagi para pelari. ”Kami sangat bangga bisa menjadi bagian dari saksi sejarah Indonesia yang menjadi tuan rumah Asian Games tahun ini. Keterlibatan Holcim merupakan bukti bahwa kami memiliki keunggulan yang dibutuhkan oleh pelanggan dan masyarakat pada umumnya,” tutup Gary. (KS-5)

Komentar