Nilai Ekspor Jatim Turun 9,75 Persen

Kepala BPS Jatim, Teguh Pramono
KANALSATU - Nilai ekspor Jawa Timur pada Bulan April 2018 mencapai 1,64 Miliar Dolar AS. Mengalami penurunan sebesar 9,75 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Penurunan terjadi baik di sektor migas maupun non migas. "Dari tahun ke tahun, pada Bulan April memang biasanga terjadi penurunan dibandingkan Maret," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Teguh Pramono saat menyampaikan Berita Resmi Statistik di Surabaya, Selasa (15/5/2018).

Untuk ekspor nonmigas April 2018 mencapai 1,57 Miliar Dolar AS atau turun 6,65 persen dibandingkan Maret 2018. Sedangkan untuk migas turun lebih tajam yaitu 49,86 persen jika dibandingjan Maret 2018.

Perhiasan permata yang selama ini menjadi kontributor utama ekspor nonmigas Jatim turun tipis 10,21 persen. Dari yang sebelumnya 291,038 ribu dolar AS menjadi 261,333 ribu dolar AS.

"Untuk perhiasan permata secara volume memang meningkat tapi harga perhiasan permata internasional memang turun," ujarnya. Meskipun mengalami penurunan, namun perhiasan/permata masih menjadi penyumbang terbesar ekspor Jatim yaitu sebesar 16,60 persen.

Komoditas ini paling banyak diekspor ke Jepang dengan nilai sebesar 125,81 juta dolar AS.

Tapi secara umum, penurunan terbesar ada pada komoditas tembaga yang turun 28,97 persen. Kemudian perabot, penerangan rumah turun 7,36 persen.

Negara tujuan ekspor nonmigas terbesar selama Januari-April 2918 adalah Jepang dengan nilai 1.100,09 juta Dolar AS atau sebesar 17,33 persen. Disusul Amerika Serikat sebesar 826,97 juta Dolar AS atau 13,03 persen.

"Negara tujuan ekspor lainnya adalah Tiongkok sebesar 608,46 juta Dolar AS atau sebesar 9,58 persen dari total ekspor Jatim," pungkas Teguh. (KS-5)



Komentar