HCML Perkuat Sinergi untuk Tingkatkan Ketahanan Energi Nasional

KANALSATU - Operator migas Husky CNOOC Madura Limited (HCML) terus aktif meningkatkan sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah. Salah satunya melalui kegiatan stakeholders gathering yang merupakan bagian dari program peningkatan hubungan kelembagaan.

Head of Relations HCML, Hamim Tohari mengatakan program ini sangat penting untuk membangun saling pengertian atas arti penting industri hulu migas dalam menjaga ketahanan energi nasional.

“Forum ini sangat strategis untuk membangun saling pengertian. Selain melakukan stakeholder gathering, kami juga membangun komunikasi dengan teman-teman jurnalis lewat kegiatan media gathering. Kegiatan semacam ini juga dilakukan HCML di wilayah kerja yang lain. Kita harus bersinergi untuk meningkatkan ketahanan energi nasional,” kata Hamim.

Sebagai bentuk dari rangkaian kegiatan koordinasi dan komunikasi rutin, Husky CNOOC Madura Limited (HCML) mengadakan kegiatan stakeholders gathering dengan pemerintah kabupaten Sampang yang dilangsungkan di trawas mojokerto.

Dalam kegiatan tersebut, PJ Bupati Sampang Jonathan Judianto memberi apresiasi pada HCML yang menjalin komunikasi dan memberi up date tentang perkembangan kegiatan infustri hulu migas di lapangan BD yang ada di perairan Sampang. Ia juga berharap pola komunikasi terus ditingkatkan.

"Salah satu tugas Pemkab adalah memfasilitasi dan memediasi kepentingan stakeholders dengan pelaku industri hulu migas,” ujar Jonathan, Jumat (11/6/2018) malam.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejak September 2017, HCML resmi mengoperasikan lapangan BD. Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar menandai peresmian dengan memecah kendi di Floating Production Storage and Offloading (FPSO) Karapan Armada Sterling III, yang berada di lepas Pantai Kabupaten Sampang, Madura.

Lapangan BD ini ditargetkan bisa memproduksi gas 100 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) dan 7.000 barel kondensat per hari. Penyaluran gas ke PT PGN (Persero) dimulai pada tanggal 26 Juli 2017. Gas tersebut oleh PGN dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan industri di Jawa Timur.

Meski sudah resmi berproduksi sejak September 2017, namun belum semua gas HCML telah terserap pasar dengan maksimal. Menurut informasi sisa gas HCML yang belum terserap pasar sekitar 30 MMSCFD.

"Mohon doa agar sisa produksi HCML bisa segera terserap pasar. Mohon doa juga agar kegiatan. HCML di masa mendatang bisa berjalan lancar,” kata Hamim.

Ditambahkan, HCML merupakan Kontraktor KKS wilayah kerja (WK) Madura Strait yang dalam operasinya berada dalam pengawasan dan pengendalian SKK Migas.

Lapangan BD, yang merupakan bagian dari WK Madura Strait, terletak di lepas pantai Selat Madura, Jawa Timur, 65 kilometer sebelah timur Surabaya dan 20 kilometer sebelah selatan Pulau Madura.

Gas dari sumur ditransportasi melalui pipa bawah laut menuju FPSO (Floating Production Storage and Offloading). Gas dikirim dari FPSO melalui pipa 16 inchi sepanjang + 52 km ke GMS (Gas Metering Station) milik HCML yang selanjutnya dikirimkan kepada para pembeli gas.

Dalam pengembangan Lapangan BD, HCML menggunakan anjungan lepas pantai (offshore platform) produksi PT PAL yang berpusat di Surabaya. Ini merupakan wujud komitmen HCML dalam mendukung usaha SKK Migas untuk terus meningkatkan persentase TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) dan mendukung perkuatan industri nasional dalam kegiatan operasinya. (KS-5)
Komentar