Pupuk Kaltim Salurkan 536.758 Ton Pupuk Bersubsidi

KANALSATU – Hingga awal Mei 2018, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) telah menyalurkan 536.758  ton pupuk urea bersubsidi. Jumlah tersebut mencapai 36 persen dari alokasi SK Mentan. Sedangkan untuk NPK subsidi sebesar 69.187 ton NPK subsidi atau 42 persen dari alokasi yang telah ditentukan.

”Sebagai produsen urea terbesar di Indonesia , Pupuk Kaltim  telah menyediakan stok urea subsidi dengan total 345.533 ton , dengan rincian stok urea subsidi di lini I atau gudang pabrik sebesar  5.974 ton, stok urea subsidi lini II atau gudang provinsi sebesar 84. 484 ton dan stok urea subsidi lini III atau gudang kabupaten sebesar 254.269 ton ,” kata Tommy Johan Agusta , Staf Direktur Komersil Pupuk Kaltim saat Sosialisasi Product Knowledge di Surabaya, Rabu (9/5/2018).

Sementara untuk NPK subsidi sendiri , lanjut Tommy , Pupuk Kaltim telah menyediakan subsidi sebesar 22.592 ton dengan rincian stok pada lini I sebesar 9.960 ton dan stok lini III atau gudang kabupaten sebesar 12.362 ton.  

Ia menuturkan, serapan urea subsidi tertinggi yaitu di provinsi Jawa Timur sebesar 225.306 ton sedangkan serapan NPK tertinggi yakni Kalimantan Selatan sebesar 20.953 ton.

Rudi Sulistya dari Kantor Penjualan Pupuk Kaltim Jawa Timur menambahkan, selama tahun 2018, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) telah menyalurkan 238.339 ton pupuk urea bersubsidi di Jawa Timur. Stok dipastikan mencukupi karena jatah untuk Jatim pada tahun 2018 ini ditentukan sebesar 1,111 juta ton.

Dalam mengamankan distribusi pupuk subsidi dan mencegah terjadinya penyimpangan serta penyaluran di lapangan , PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) telah melakukan berbagai upaya yang sesuai  dengan ketentuan Permentan Nomor 47/Permentan/SR.310/12/2017 .

Pupuk Kaltim  terus berupaya  menjaga stok aman  pupuk bersubsidi yang akan dialokasikan dengan berbagai langkah diantaranya dengan menerapkan sistem distribusi pupuk bersubsidi secara tertutup dengan mempergunakan sistem distribusi dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 47/Permentan/SR.310/12/2017 bahwa untuk dapat memperoleh pupuk bersubsidi petani harus tergabung dengan kelompok tani dan menyusun RDKK. Pupuk bersubdisi  hanya dialokasikan kepada petani yang tergabung dalam kelompok tani dan kami distribusikan sesuai dengan alokasi yang sudah ditetapkan.

Tak hanya itu, kegiatan antisipatif lainnya yang terus dilakukan adalah dengan menigkatkan sistem monitoring stok dengan penggunaan aplikasi Distribution Planning Control System (DPCS) .Selain itu Pupuk Kaltim juga menyediakan jaringan bebas pulsa untuk petani, distributor , kios resmi yang ingin menyampaikan keluhan dan saran guna meminimalisir permasalahan terkait pendistribusian pupuk.
(KS-6)

Komentar