Pakde : Atlet harus Punya Jiwa Pejuang

Pada Rapat Anggota Tahunan 2018 KONI Jatim

Pakde Karwo memukul gong tanda dibukanya Rapat Anggota Tahunan 2018 Koni Jatim, disaksikan Kepala BNN Pusat Komjen Pol Heru Winarko, Wakil Ketua KONI Pusat Suwarno, Ketua KONI Jatim Erlangga Satriagung, Wakil Ketua KONI Jatim La Nyalla Mattalitti,

KANALSATU – Pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) 2018 KONI Jawa Timur (Jatim), sambutan Gubernur Soekarwo sangat heroik. Setidaknya, genderang memerangi narkoba bagi atlet adalah wajib, bahkan atlet diminta memiliki jiwa pejuang.

“Jiwa pejuang ini sangat penting dan menjadi kunci kemenangan di setiap pertandingan. Jiwa pejuang tidak pernah mengenal lelah. Ini harus ada pada seluruh atlet Jatim,” kata Pakde, panggilan akrab Gubernur Soekarwo, usai membuka RAT KONI Jatim, di Sidoarjo, Selasa (8/5/2018).

Pakde kagum dengan jiwa pejuang yang dimiliki mantan juara dunia Rudi Hartono. Lewat perjuangan kerasnya, Rudi mampu membalikkan keadaan ketika tim Piala Thomas Indonesia hampir mengalahkan Denmark di final Thomas Cup.

“Dulu kita melihat tahun 1970 an, Rudi main mempunyai jiwa petarung dan pemenang. Biarpun dengan Denmark hampir kalah, dengan jiwa tanpa patah semangat dan tidak down, akhirnya menang.”

Menurut Pakde, atlet Jatim semangatnya luar biasa. Harus cerdas dan reaksi cepat dalam menangkis serangan lawan. “Modal inilah yang membuat atlet kita berjaya. Atlet Jatim harus mendominasi, tidak saja di Indonesia tapi juga dunia,” katanya.

Pakde optimis, Jatim bisa juara umum di PON XX, Papua tahun 2020. “Biar pun di Papua minim sarana dan prasarana, saya optimis Jatim bisa juara. Komitmen atlet Jatim luar biasa. Dari komitmen itulah yang membuat kami optimis,” katanya.

Pada kesempatan itu, pembukaan RAT 2018 KONI Jatim juga dihadiri Wakil Ketua Umum KONI Pusat, Suwarno, Ketua Umum KONI Jatim Erlangga Satriagung, Wakil Ketua Umum KONI Jatim, La Nyalla Mattalitti, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Heru Winarko, atlet dan orang tua atlet. (ks-6)

Komentar