Bank Jatim Siap Terbitkan 480.000 Kartu Berlogo GPN di 2018

KANALSATU - PT Bank Permbangunan Daerah Jawa Timur, Tbk segera meluncurkan kartu berlogo Gerbang Pembayaran Nasional (GPN). Bank Jatim merencanakan sampai dengan tahun 2021, sejumlah 1.600.000 kartu yang terbit sudah akan menggunakan logo GPN.

"Bank Jatim telah mendapatkan izin Bank Indonesia untuk mengeluarkan tiga jenis kartu berlogo GPN. Sementara, pada tahun 2018, target BPD Jatim adalah 30 persen dari angka tersebut," kata Direktur Utama Bank Jatim, R. Soeroso saat BI Bareng Media, Selasa (8/5/2018).

Kesiapan perbankan Jawa Timur ini sebagaimana yang telah diatur oleh Bank Indonesia bahwa sejak tanggal 1 Januari 2018, penerbit wajib mulai menerbitkan kartu ATM dan/atau kartu debit berlogo nasional.

Saat ini sistem Pembayaran di Indonesia berkembang sangat cepat. Semakin meluasnya the internet
of things seperti e-commerce, financial technology dan jasa transportasi berbasis aplikasi
menyebabkan kebutuhan akan sistem pembayaran yang aman, efisien, lancar, dan andal terus meningkat.

Berbagai inovasi terkait cara dan sarana pembayaran marak ditawarkan untuk mempermudah, mempermurah dan mempercepat proses bertransaksi. Mempertimbangkan
dinamika perubahan yang bersifat cepat dan menyeluruh di bidang sistem pembayaran, Bank Indonesia menyusun Blueprint Pengembangan Sistem Pembayaran Indonesia.

Diluncurkannya GPN merupakan momentum penting dalam implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia. GPN menjadi terobosan dalam menghilangkan fragmentasi melalui interkoneksi dan interoperabilitas antar Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran.


Sebagai kelanjutan dari launching Gerbang Pembayaran Nasional pada tanggal 4 Desember 2017, maka pada 3 Mei 2018 lalu, Bank Indonesia bersama dengan Kementerian BUMN, Kementerian Sosial, OJK dan Perbanas meluncurkan Kartu Berlogo Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) sebagai wujud interoperabilitas (saling dapat dioperasikan) secara penuh dalam ekosistem pembayaran retail.


“GPN menjadi langkah terobosan dalam rangka menghilangkan fragmentasi layanan
pembayaran retail sehingga masyarakat dapat mengakses layanan sistem pembayaran yang lebih
efisien melalui interkoneksi dan interoperabilitas. Dengan jumlah penduduk Indonesia yang besar, jika
implementasi GPN berhasil dilaksanakan dengan baik, maka GPN akan mampu menjadi platform
sistem pembayaran terbesar di dunia yang dapat diterima di negara lain,” tutur Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Difi A. Johansyah.

Melalui GPN, sistem pembayaran Indonesia ke depan akan mencakup semua layanan, lebih inklusif, mudah, efisien, serta selalu terjaga keamanannya. “GPN mewujudkan interoperabilitas uang
elektronik sehingga seluruh uang elektonik dapat digunakan untuk pembayaran di setiap ruas jalan
tol. Nantinya, 1 merchant akan membutuhkan lebih sedikit EDC dan satu mesin EDC akan dapat
memproses seluruh jenis kartu,” tutur Yudi Harymukti, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur.

Penggunaan kartu berlogo GPN memberikan kemanfaatan bagi masyarakat luas. Masyarakat
dapat menggunakan kartu ATM/debet dengan logo GPN di seluruh ATM dan terminal pembayaran
dalam negeri. Masyarakat dapat bertransaksi menggunakan kartu berlogo GPN dengan biaya lebih
rendah. Bahkan, khusus bagi penerima bantuan sosial pemerintah, tidak dikenakan biaya pada saat
melakukan pencairan.

Sementara bagi bank, kehadiran GPN dapat memperluas akseptasi nasabah melalui kemudahan akses terhadap seluruh kanal pembayaran. Bank tidak perlu berkompetisi dalam menyediakan infrastruktur kanal pembayaran, sehingga dapat lebih leluasa dan fokus dalam meningkatkan kualitas layanan kepada nasabahnya. (KS-5)


Perbankan pun telah menyatakan kesiapannya untuk meluncurkan kartu berlogo GPN.
Komentar