Sebarkan Nilai Positif Lewat Film Terbang, Menembus Langit

Njo Ai Ling (tengah) bersama anak-anak panti asuhan sebelum menyaksikan film Terbang, Menembus Langit di Ciputra World Surabaya, Selasa (24/4/2018).

KANALSATU – Sekitar dua ratus anak-anak panti asuhan di Surabaya dan sekitarnya mendapatkan kesempatan untuk menonton film ‘Terbang, Menembus Langit’. Film yang merupakan kisah nyata dari salah seorang motivator sukses ini diharapkan bisa memberikan suntikan semangat kepada anak-anak agar memiliki semangat juang yang tinggi dan pantang menyerah.

Film yang dibintangi oleh Dion Wiyoko, Laura Basuki dan pemain lainnya ini bercerita mengenai perjalanan hidup Onggy Hianata.

Onggy Hianata atau yang pada saat kecil biasa dipanggil Achun ini lahir di Tarakan, kota kecil di Kalimantan Timur, yang kini sudah bergabung menjadi bagian dari Provinsi Kalimantan Utara. Selepas SMA, ia nekat merantau ke Surabaya dan dari sana mulai berjuang hingga mencapai kesuksesan.

”Film ini menceritakan tentang perjuangan anak daerah yang meskipun keluarganya miskin secara ekonomi tapi kaya secara nilai. Bagi dia, miskin atau kaya itu bukan dilihat dari uang, tapi dari pikiran,” kata Njo Ai Ling, keponakan Onggy Hianata sebelum nonton bareng anak-anak panti asuhan di Surabaya, Selasa (24/4/2018). Di Surabaya setidaknya ada 200 anak-anak panti asuhan yang berkesempatan untuk menyaksikan film tersebut.

Namun dikatakan Ai Ling, di seluruh Indonesia diperkirakan sudah ada seribuan anak-anak yang kurang beruntung yang sudah menyaksikan film tersebut. ”Harapannya bisa membangun sifat positif di kalangan anak-anak muda. kita tidak bisa memilih di keluarga seperti apa kita dilahirkan, tapi kita bisa saling support. Di film ini juga digambarkan kekayaan dan toleransi di Indonesia,” tutur Ai Ling.  

Film Terbang, Menembus Langit yang disutradarai Fajar Nugros ini menggambarkan Onggy, yang sedari kecil sudah mulai bekerja membantu orang tuanya seperti mencari kayu bakar di hutan, bercocok tanam, memelihara ayam dan hewan lain, mengangkat air dan sebagainya.

Lulus SMA tahun 1983, Onggy meneruskan kuliah di Surabaya sambil bekerja dan melakukan usaha yang bisa menopang hidupnya. Jatuh bangun usaha, bekerja dari satu perusahaan ke perusahaan lain, dan menghadapi banyak tantangan dalam berusaha, dan serentetan perjuangan memperkaya pengalaman hidupnya.


Pada akhirnya ia terus mencari jalan menuju ke puncak sukses. Bekerja keras bagi Onggy tidak menjadi masalah, karena sudah sejak kecil ia terbiasa melakukan hal itu.

Tahun 1992, dirinya memulai usaha yang berkembang ke berbagai negara. Dari sana, Onggy mulai mencari rahasia sukses melalui buku-buku, termasuk juga mendengarkan kisah sukses dari kaset, mengikuti seminar, training pengembangan kepribadian dan dengan sengaja bertemu, atau belajar dari orang yang sebelumnya telah berhasil.

Pada saat kondisi finansial mulai sedikit membaik, Onggy mulai terbang keluar negeri menghadiri berbagai training kepemimpinan dan super soft skill yang lain.

Pengalaman hidup yang berliku-liku dan pengalaman belajar dari orang-orang lain, baik bersumber dari buku-buku maupun seminar menambah wawasan dan nilai-nilai kehidupan buat Onggy.
(KS-5)

Komentar