Kadin Jatim dan PUM Nederlands Senior Experts Perluas Kerjasama ke Sektor Industri

KANALSATU - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur (Jatim) terus melakukan terobosan untuk memajukan ekonomi Jatim salah satunya dengan menggandeng PUM Netherlands Senior Experts. Sebelumnya kerjasama dijalankan untuk pengembangan dan perbaikan produksi apel di Batu, kini kerjasama tersebut diperluas ke semua sektor dan industri.

Wakil Ketua Umum Kadin Jatim Bidang Pertanian Adik Dwiputranto mengatakan bahwa kerjasama dengan PUM ini adalah untuk membantu industri menemukan persoalan mereka dan mencarikan solusinya. PUM memliki sekitar 2.000 tenaga ahli selevel Senior Manger dari berbagai sektor yang bisa diperbantukan untuk semua sektor dan industri di Kadin Jatim.

”Kalau sekarang mungkin yang diperlukan ya di sektor agricurture, bagamiana mengembangan sektor pertanian kita menjadi lebih baik dari sisi produktifitas dan kualitasnya,” kata Adik di Surabaya, Kamis (12/4/2018) .

 Khusus untuk yang pengembangan apel di Batu, Kadin ingin menjadikannya sebagai lahan percontohan pertanian terintegrasi, yang mencakup pengembangan lahan apel, pengembangan  peternakan, pengolahan sampah dan kotoran ternak menjadi pupuk dan biogas serta training center. Secara keseluruhan, lahan ini akan dikonsep menjadi destiansi wisata dan edukasi.

”Yang akan kita lakukan, bagaimana memroduksi apel dengan kualitas dan kuantitas yang bagus sesuai dengan standar Good Agriculture Product. Jika berhasil, maka petani akan bertahan untuk berbudidaya apel,” ujarnya. Setelah target pertama tercapai, maka selanjutntya adalah proses penjualan, apalah langsung dijual ataukah diproses dulu.

Dijual dalam bentuk fresh product atau menjadi pruduk olahan. Saat ini pengembangan apel dilakukan di lahan seluas satu hektar, tetapi bisa diperluas hingga 7-8 hektar lagi yang bisa dikembangkan untuk pertanian terintegrasi.
 
Ketua Komite Tetap Bidang Ketahanan Pangan dan Hortikultura, Erni Maria menambahkan bahwa keinginan Kadin untuk membangun pertanian terintegrasi ini dengan melihat besarnya potensi yang bisa dikembangkan dan potensi bisnis yang ada. Apalagi Belanda terkenal dengan konsep tersebut dan keahiannya dalam melakukan branding.

 ”Tulip itu bukan bunga asal Belanda, tetapi melalui branding yang dilakukan, seluruh dunia berasumsi bahwa Tulip itu ya di Belanda. Kami ingin menirunya, makanya pada saat bisnis link besok, kami ingin mengunjungi perusahaan-perusahaan yang sejenis yang ada di sana yang telah sukses mengembangkan konsep pertanian terintegrasi ini,” tutur Erni.

Country Coordinator PUM Netherlands Senior Experts, Joost Van Oort mengatakan kerjasama dengan Kadin Jatim ini dimulai sejak dua tahun yang lalu untuk pengembangan lahan apel percontohan di Batu. Selama ini PUM telah bekerja dan membantu pelaku bisnis di Indonesia sejak 30 tahun lebih.

Bahkan jumlah perusahaan yang dibantu sepanjang 30 tahun tersebut sudah mencapai ribuan perusahaan dari berbagai sektor. (KS-5)

Komentar