Tiket Arus Balik KA dari Surabaya Tersisa 30 Persen

KANALSATU – Meskipun Hari Raya Idul Fitri 2018 masih dua bulan lagi, tapi tiket Kereta Api untuk musim Lebaran sudah hampir habis diburu masyarakat. Bahkan tiket kereta api reguler untuk arus balik dari Surabaya saat ini hanya tinggal 30 persen.

”Pemesanan tiket angkutan lebaran mulai tanggal satu Maret sudah bisa dipesan. Saat ini ketersediaan tiket KA Reguler arus mudik masih tersedia sekitar 50 persen. Sementara untuk arus balik hanya tinggal 30 persen,” ujar Manajer Humas PT KAI Daop 8 Gatut Sutiyatmoko.

Diprediksi puncak arus mudik terjadi pada H-3 dan puncak arus balik terjadi pada H+2. Dijelaskan Gatut, pemesanan tiket arus balik dari Surabaya memang lebih tingginya dibanding pemesanan tiket arus mudik.

Untuk mengantisipasi terjadinya kepadatan penumpang, KAI Daop 8 Surabaya akan mengoperasikan enam KA tambahan selama musim lebaran yang memiliki ketersediaan tempat duduk sebanyak 3.562 tempat/hari.  

”Untuk pemberangkatan dari Surabaya berjumlah empat kereta dengan tujuan, Jakarta, Jogjakarta dan Bandung. Sementara dari Malang dua kereta dengan tujuan Jakarta. Karena jika dilihat dari data pemesanan, tertinggi dari Jakarta, sehingga untuk kereta tambahan sebagian besar tujuan Jakarta,” ujarnya.

Masing-masing KA tambahan adalah KA Gajayana Lebaran dengan relasi Malang-Gambir, KA Sembrani Lebaran dengan relasi Surabaya Pasarturi-Gambir, dan KA Sancaka Lebaran relasi Surabaya Gubeng-Yogyakarta.

Selain itu, KA Pasundan Lebaran relasi Surabaya Gubeng-Kiaracondong, KA Matarmaja Lebaran relasi Malang-Pasarsenen, dan KA Kertajaya Lebaran relasi Surabaya Pasarturi-Pasarsenen.


”Kalau dilihat dari kelas KA yang dipesan, tertinggi kelas ekonomi yang mencapai 50 persen, disusul eksekutif sebesar 40 persen dan sisanya 10 persen kelas bisnis. Untuk ketersediaan tiket per hari mencapai 48 ribu dengan prediksi jumlah penumpang lebaran mencapai 42 ribu hingga 50 ribu perhari,” tambahnya.

Ia memperkirakan kenaikan jumlah penumpang KA tahun ini naik sekitar 3 persen hingga 4 persen dibanding tahun lalu.
(KS-5)

Komentar