Serangan Militer di Suriah, Maskapai Penerbangan Internasional Ubah Rencana Penerbangan

KANALSATU - Maskapai penerbangan internasional mengubah rencana penerbangan mereka setelah mendapat peringatan dari pengawas keamanan udara Eropa tentang kemungkinan serangan militer yang menargetkan Suriah dalam beberapa hari mendatang.

Selasa sebelumnya, Badan Keselamatan Penerbangan Eropa (European Aviation Safety Agency/EASA)  memperingatkan maskapai penerbangan mengenai kemungkinan peluncuran “rudal udara ke darat dan/atau rudal jelajah dalam 72 jam ke depan. EASA mengimbau mereka untuk mengambil langkah pencegahan.

”Air France memperhatikan informasi EASA dan mengubah rencana penerbangannya untuk tujuan yang terkena dampaknya, khususnya Beirut dan Tel Aviv,” kata maskapai penerbangan itu, menambahkan pihaknya memantau situasi.

Maskapai penerbangan Lebanon Middle East Airlines juga akan mengubah jalur penerbangan untuk pesawat-pesawat yang menuju ke Beirut, kata seorang pejabat di bandara kota tersebut kepada AFP.

”Keputusan itu mencakup semua penerbangan yang tiba dan berangkat mulai besok pagi (Kamis) menyusul peringatan dari Badan Keselamatan Penerbangan Eropa,” kata pejabat itu.

Penerbangan dari Teluk akan mengalami gangguan, dengan perkiraan penundaan penerbangan selama 30 hingga 40 menit, karena pesawat yang seharusnya terbang di atas Suriah utara akan dialihkan melalui Semenanjung Sinai Mesir dan kemudian ke Teluk.

EASA menyebutkan risiko gangguan intermiten peralatan navigasi radio untuk penerbangan komersial di kawasan tersebut jika terjadi tindakan militer.

Sebagian besar maskapai penerbangan internasional tidak lagi melayani penerbangan ke Damaskus sejak perang saudara Suriah meletus lebih dari tujuh tahun lalu.
(AFP/ANT/KS-5)

Komentar