Mahasiswa Universitas Diponegoro Membawa Pulang Medali Emas dari Moskow

Artificial Transparent Tree of Membrane Photocatalyst (ATOMP), hasil karya tim mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip)

KANALSATU - Artificial Transparent Tree of Membrane Photocatalyst (ATOMP), hasil karya tim mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) berhasil meraih penghargaan medali emas di ajang the 21st Moscow International Inventions and Innovative Technology Salon "Archimedes" yang digelar di Sokolniki Exhibition and Convention Centre, Moskow, Russia pada 5-8 April 2018 lalu.

Demikian keterangan pers yang disampiakan KBRI Moskow kepada Kanalsatu melalui surat elektronik pada Kamis (12/04) dini hari.

Tim Mahasiswa Undip sebanyak empat orang, yaitu Christian M.T. Sinaga (Teknik Elektro), Aurelia T. Senduk (Teknik Lingkungan), Eko Wahyu Saputro (Teknik Mesin) dari Fakultas Teknik, dan Beti Safitri (Kimia) dari Fakultas Sains dan Matematika. Mereka berhasil mencipatakan alat penyaring udara yang diberi nama ATOMP yang menyerupai fungsi pohon yang menyerap gas karbon dioksida dan mengubahnya menjadi gas oksigen (O2).

Menurut Christian, ATOMP ini bekerja dengan cara menyerap udara dari atmosfer dan menyaringnya dengan membran yang dipasang di dalam selang udara. Membran ini akan menyaring gas karbon dioksida (CO2) dengan gas-gas lain yang masuk. Gas karbon dioksida akan dikonversi dengan teknologi plasma menjadi gas oksigen (O2) yang akan dilepaskan keluar sistem dan gas karbon monoksida (CO) yang akan disimpan untuk selanjutnya dapat diubah menjadi bahan bakar alternatif.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus M. Wahid Supriyadi sangat mengapresiasi inisiatif keikutsertaan dan keberhasilan yang diraih Tim Mahasiswa Undip pada kompetisi dan pameran yang bergengsi ini. Selain menunjukan hasil karya dan inovasi baru, keikutsertaan mereka juga untuk menambah wawasan, pengetahuan, pengalaman dan networking.

Tim Mahasiswa Undip tidak hanya meramaikan the 21st Moscow International Inventions and Innovative Technology Salon "Archimedes", tetapi juga berhasil membawa pulang penghargaan medali emas pada ajang tersebut. Mereka memperkenalkan sebuah hasil karya artificial tree yang sangat dibutuhkan teknologinya di perkotaan yang penuh gas CO2.

“Rusia sebagai salah satu negara yang memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi tinggi. Kerja sama dengan Rusia di bidang teknologi merupakan salah satu peluang bagi kita,” kata Duta Besar Wahid Supriyadi saat menerima Tim Mahasiswa Universitas Diponegoro di KBRI Moskow. 

Moscow International Inventions and Innovative Technology Salon “Archimedes” merupakan acara internasional tahunan berupa kompetisi dan pameran riset dan teknologi. Dalam Salon “Archimedes” kali ini disajikan berbagai kelompok penemuan dan inovasi teknologi, seperti kedokteran dan teknologi medis, transportasi, teknik mesin, industri ruang angkasa, teknologi informasi dan telekomunikasi, metalurgi, argoindustri, perlindungan dan penyelematan manusia.

Pameran diikuti oleh perwakilan-perwakilan dari 26 negara seperti Indonesia, Thailand, Malaysia, India, Saudi Arabia, Korea Selatan, Kazakhstan, dan Portugal, serta 55 wilayah di Rusia, termasuk lembaga-lembaga pendidikan.(KS-10)

Komentar