Menristekdikti Minta Kredit Pendidikan Tak Bebani Mahasiswa

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohammad Nasir

KANALSATU - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meminta agar kredit pendidikan yang digelontorkan sejumlah bank jangan sampai membelenggu mahasiswa.

”Jangan sampai kredit pendidikan ini membelenggu mahasiswa, karena kredit ini tujuannya untuk membantu mahasiswa menyelesaikan pendidikannya,” ujar Nasir seperti dikutip dari Antara, Selasa (9/4/2018).

Nasir berharap adanya kredit pendidikan yang diberikan oleh sejumlah bank tersebut dapat meningkatkan mutu pendidikan. Kredit pendidikan tersebut dapat membantu mahasiswa yang mengalami kendala biaya dalam menyelesaikan pendidikannya.

”Dengan adanya kredit pendidikan ini, kami harapkan tidak ada lagi mahasiswa yang putus kuliahnya sehingga nantinya ketika lulus bisa mendapatkan pekerjaan yang baik,” ujar Nasir.

Sementara itu,Direktur Utama BTN, Maryono, mengatakan saat ini masyarakat tak hanya menempatkan hunian sebagai kebutuhan primer tetapi juga menempatkan pendidikan sebagai kebutuhan dasarnya.

Namun, menurut Maryono, pemenuhan kebutuhan pendidikan tersebut masih terhalang masalah tingkat ekonomi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) per akhir 2017 menunjukkan, hanya 8,15 persen dari penduduk berumur 15 tahun ke atas yang berhasil menyelesaikan pendidikan hingga ke jenjang pendidikan tinggi.

”Melalui kredit pendidikan ini, kami ikut berpartisipasi memenuhi kebutuhan pendidikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kami akan menggandeng 101 universitas untuk mempermudah masyarakat mengakses kredit pendidikan BTN dan hari ini ada 23 perguruan tinggi yang telah siap untuk menandatangani kerja sama. Ke depannya, kami juga akan terus bermitra dengan perguruan tinggi lainnya,” kata Maryono.

Kredit pendidikan tersebut dapat dinikmati debitur BTN. Debitur yang dimaksud yakni nasabah Kredit Pemilikan Rumah (KPR)/Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) baik subsidi maupun non-subsidi hingga Kredit Agunan Rumah (KAR). Plafon kredit pendidikan yang diberikan BTN yakni maksimal Rp200 juta dengan suku bunga ringan 6,5 persen per tahun serta jangka waktu lima tahun.

Debitur existing dengan penghasilan tetap maupun tidak tetap dapat mengakses pinjaman tersebut. Melalui kredit pendidikan dengan fasilitas KAR BTN Top Up, debitur existing bisa menggunakan dana pinjaman untuk memenuhi kebutuhan biaya pendidikan di antaranya biaya masuk sekolah atau kuliah, biaya sumbangan pembinaan pendidikan (SPP), daftar ulang, dan kebutuhan penunjang pendidikan lainnya.
(ANT/KS-5)

Komentar