Driver Tuntut Kenaikan Tarif, Grab Berlakukan Tarif Fleksibel

Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata di Surabaya, Rabu (4/4/2018).

KANALSATU - Menanggapi adanya aksi yang dilakukan sekelompok mitra pengemudi ojek online yang menginginkan kenaikan tarif, platform aplikasi pemesanan kendaraan dan pembayaran mobile, Grab akan memberlakukan tarif fleksibel.

Pemberlakuan tarif fleksibel ini tidak hanya untuk kepentingan mitra pengemudi tetapi juga konsumen. ”Kami menghargai, karena hak setiap warga negara, termasuk para mitra pengemudi untuk menyampaikan pendapat selama dilakukan secara damai dan dalam koridor hukum serta  peraturan yang berlaku,” kata Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Karmadibrata disela perayaan ulang tahun ketiga Grab di Surabaya, Rabu (4/4/2018).

Ia mengatakan, secara umum Grab akan membuat tarif secara fleksibel, dan tidak secara kaku menaikkan karena akan berimbas pada pengguna, sehingga aplikasi Grab akan banyak ditinggalkan, namun dirinya mengaku akan menaikkan pendapatan secara umum.

”Kami tetap memperhatikan kenaikan pendapatan mitra pengemudi secara umum, dan soal tarif akan dibuat fleksibel yakni saat permintaan tinggi akan dinaikkan, namun disaat permintaan rendah akan diturunkan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut Grab juga memperkenalkan program untuk mitra pengemudi yang telah diluncurkan secara nasional pada awal tahun 2018, yaitu Grab Lawan Opik!. Program ini memanfaatkan sistem deteksi risiko dan kecurangan yang dimiliki Grab yang dapat mendeteksi berbagai aktivitas kecurangan, termasuk order fiktif (opik).

Sistem ini menggunakan algoritma machine learning yang canggih dan terus berkembang untuk mengidentifikasi serta melawan risiko/ancaman baru yang mungkin timbul. Ketika para peretas dan mitra pengemudi yang mencoba menipu sistem teridentifikasi, Grab akan berkolaborasi dengan pihak kepolisian untuk memecahkan operasi opik dan menangkap pelaku.

Setelah berjalan selama lebih kurang dua bulan, Grab bersama kepolisian setempat telah berhasil melakukan penangkapan sindikat di Sulawesi Selatan, Jakarta, Jawa Timur, Sumatra Utara, Semarang, dan Pemalang berkat dukungan para mitra pengemudi.

Melalui acara ini, Grab memberikan penghargaan kepada 10 mitra pengemudi berprestasi di Surabaya sebagai ungkapan terima kasih atas kerja keras mereka. Penghargaan yang diberikan mencakup Best Performance, Best Community Leader and Team dan Best Passenger Comment/Favorite Driver. Termasuk dalam penghargaan tersebut adalah hadiah berupa uang tunai.

”Saat ini, Grab telah hadir di 117 kota di Indonesia dan menjadi platform pemesanan kendaraan dan pembayaran mobile pertama yang melayani pengguna dari Banda Aceh, Aceh hingga Jayapura, Papua,” tutur Ridzki.

Saat ini Grab menyediakan layanan GrabCar, GrabBike, GrabTaxi, GrabExpress, GrabFood, dan GrabShare di Surabaya dan sekitaranya (yang mencakup Malang, Banyuwangi, Kediri, Jember, Blitar, Tulungagung, Pasuruan, Lamongan, Mojokerto, Ponorogo, Madura, Lumajang, Situbondo, Magetan, Pacitan, Trenggalek, Jombang, Nganjuk, Bondowoso, Ngawi, Bojonegoro, Probolinggo, Tuban dan Madiun).

Grab juga  merupakan platform aplikasi pemesanan kendaraan dan pembayaran mobile dengan jangkauan terluas di Asia Tenggara, dengan jumlah unduhan aplikasi lebih dari 90 juta dan lebih dari 5 juta mitra pengemudi dan agen di seluruh Asia Tenggara di 195 kota di 8 negara, termasuk Indonesia.
(KS-5)

Komentar