Penerapan Biaya Tambahan Diprediksi Turunkan Minat Umroh

KANALSATU – Penerapan biaya tambahan sebesar 2.000 riyal bagi jamaah yang berumroh lebih dari sekali diprediksi akan menurunkan jumlah jamaah umrah dari Indonesia. Meskipun tidak terlalu besar, namun tetap akan berpengaruh terhadap kinerja travel umroh di Indonesia.

”Penurunannya tidak banyak, tidak sampai sepuluh persen. Tapi, kami berharap perekonomian Indonesia bisa membaik sehingga jamaah tidak terlalu menurun. Tapi, masih aman-aman saja kok. Karena umrah masih menjadi prioritas masyarakat Indonesia,” ujar Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Joko Asmoro.

Sesuai dengan visa yang dikeluarkan Pemerintah Arab Saudi, jamaah umrah dari Indonesia mencapai 800 ribu orang. Dari jumlah itu, 20 persennya adalah jamaah dari Jawa Timur.  

Dikatakan Joko, adanya tambahan biaya sebesar 2.000 Riyal itu merupakan ketentuan dari Pemerintah Arab Saudi dan mulai akan diterapkan pada tahun ini.  ”Tapi kami berharapnya akan ada jamaah-jamaah baru yang umrah sehingga penurunannya tidak terlalu drastis,” tuturnya.

Selain itu, banyaknya kasus-kasus nakal travel umrah yang tidak bisa memberangkatkan jamaahnya hingga mengalami kerugian juga menjadi penyebab.  Hal ini tidak lain karena travel terlalu murah dalam menetapkan harga sehingga tidak bisa menutupi biaya operasional.

Padahal sebenarnya, jumlah travel umrah yang nakal itu tidak banyak jumlahnya. Hanya antara tujuh hingga delapan travel dari 870 travel umrah yang mendapatkan izin resmi dari Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Namun, walau jumlah travel nakal itu sangat sedikit namun jumlah jamaah umrah yang bergabung dengan travel itu sangat besar, hingga mencapai 11 persen dari total jamaah umrah di 2017 lalu. ”Sehingga benar-benar beritanya menjadi besar. Ini jelas merugikan travel umrah yang lain,” tandas Joko.

Karena itu, ditegaskan Joko, Amphuri bersama asosiasi umrah haji lainnya berusaha untuk berembug dengan Kemenag serta Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk menentukan biaya umrah. Dikatakannya harga reverensi minimal untuk biaya umrah adalah sebesar Rp 20 juta untuk program paket sembilan hari.

”Jika ada travel yang ingin menjual di bawah itu silahkan saja, asalkan diketahui asosiasi di mana dia bernaung, karena kalau tidak bisa merusak citra travel yang ada ketika terjadi masalah,” jelasnya.

Diakui Joko, sudah saatnya masyarakat kini berpikir cerdas dan logis. Ketika ada hal-hal mencurigakan dan tidak masuk akal, diharapkan masyarakat sudah tidak percaya. ”Terutama untuk masalah pembayaran. Jangan percaya membayar biaya umrah tapi berangkatnya satu tahun atau dua tahun kemudian. Karena, ketika sudah bayar uang muka, minimal enam bulan jamaah bisa berangkat atau ketika sudah lunas biaya umrah, maksimal tiga bulan sudah harus berangkat. Kalau di luar itu, jangan mudah percaya,” jelasnya.

Karenanya, Amphuri merasa perlu untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada para anggotanya dan masyarakat luas.
(KS-5)

Komentar