KPU Tambah Keterwakilan Perempuan

KANALSATU - Komisi Pemilihan Umum berkomitmen untuk menambah jumlah keterwakilan perempuan dalam pembentukan kelompok penyelenggara, baik KPU provinsi, kabupaten dan kota maupun PPK, PPS dan KPPS.

”Kami di KPU RI mempunyai komitmen untuk menambah, paling tidak kuantitas, teman-teman di penyelenggara pemilu. Jadi memang untuk penyelenggara ini lebih sedikit peminatnya dari kalangan perempuan. Saya tidak tahu masalahnya apa,” kata Komisioner Ilham Saputra dalam diskusi publik tentang Tantangan Perempuan di Tahun Politik di Jakarta, Senin (5/3/2018).

Ilham mengungkapkan memang banyak masalah yang menyulitkan perempuan untuk maju dalam seleksi anggota KPU di daerah maupun sebagai panitia pemilihan kecamatan (PPK), panitia pemungutan suara (PPS) dan kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS).

Selain faktor pribadi, seperti kurangnya izin dari keluarga, ada pula faktor keterikatan kerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS), yang sebagian besar perempuan yang mengikuti seleksi anggota KPU daerah adalah PNS.

”Sekarang ada peraturan baru, bahwa PNS itu nanti gajinya tidak bisa diambil dan kemudian dalam karirnya akan agak sulit. Sehingga itu menjadi soal, juga menjadi salah satu faktor,” ujarnya.

KPU saat ini sedang melakukan proses seleksi anggota KPU di daerah. Dan dalam seleksi tersebut, Ilham mengungkapkan pendaftar dari kalangan perempuan tidak ada yang mencapai 50 persen.

”Pendaftar perempuan terbanyak ada di Sumatera Selatan, dimana yang mendaftar ada 152 orang, 119 di antaranya laki-laki dan 33 perempuan. Tapi yang lolos hanya 16 orang dari 33 orang pendaftar perempuan itu,” ujarnya.

Tren terkait sedikitnya peminat perempuan dalam lembaga penyelenggara pemilu juga terjadi di sejumlah daerah, seperti di Jakarta (66 pria, 16 perempuan), Bangka Belitung (64 pria, sembilan perempuan), Jambi (66 pria, delapan perempuan) dan Sumatera Barat (70 pria, 18 perempuan).
(ANT/KS-5)

Komentar