PPP usung Djarot, gambar Romahurmuziy dibakar

KANALSATU  - Gambar Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy dibakar kader yang kecewa mereka karena parpolnya mendukung pasangan Djarot-Sihar Sitorus dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara.

Puluhan kader, Rabu, mendatangi Kantor DPW PPP Sumatera Utara di Jalan Raden Saleh No 11 Medan sekitar Pukul 17.30 WIB, dan merobek baliho besar di depan kantor tersebut yang memasang gambar Ketua DPP PPP Romahurmuziy.

Massa juga membakar sobekan baliho tepat di depan pintu masuk kantor yang otomatis memancing rasa keingintahuan masyarakat yang melintas atas aksi pembakaran tersebut.

Ketua DPC PPP Kabupaten Langkat Rahmad Rinaldi yang terlihat hadir dalam aksi tersebut mengatakan kader PPP merasa kecewa dengan keputusan DPP PPP yang mendukung pencalonan Djarot-Sihar dalam Pilkada Sumatera Utara.

Menurut dia keputusan tersebut mencederai hati nurani kader dan simpatisan PPP di Sumatera Utara yang jelas-jelas menginginkan PPP mendukung pasangan Islam.

"Kami kecewa dengan keputusan DPP. Kami minta DPP membatalkan keputusan itu, karena masih ada waktu hingga pukul 24.00," katanya.

Sebelumnya Pasangan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus mendaftarkan diri sebagai calon peserta pemilihan gubernur ke kantor Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sumatera Utara.

Pasangan Djarot-Sihar tiba di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) pukul 16.20 WIB yang diiringi ratusan kader Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan dan simpatisan.

Ketika mendaftarkan diri, terlihat puluhan anggota DPRD Sumut dan kabupaten/kota dari PDI Perjuangan, termasuk Bupati Labuhan Batu Pangonal Harahap yang merupakan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Labuhan Batu.

Djarot-Sihar mendaftarkan dalam pemilihan gubernur (pilgub) Sumut atas dukungan PDI Perjuangan yang memiliki 16 kursi dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang memiliki empat kursi DPRD Sumut.

Pendaftaran Djarot-Sihar tidak dihadiri Ketua DPW PPP Yulizar Parlagutan Lubis dan sekretarisnya Jafaruddin Harahap. (Antara/ksc)

Komentar