Lalin Tol Surabaya – Jombang naik 40 persen

KANALSATU – Peresmian tol Surabaya- Mojokerto turut membawa dampak pada operasional tol Mojokerto – Jombang. Meski beroperasi lebih dulu, tol Mojokerto- Jombang sebelumnya kurang begitu diminati pengendara.

Namun kini, arus lalu lintas mengalami peningkatan hingga 40 persen. Pengelola Tol Mojokerto _ Jombang PT Marga Harjaya INfrastruktur (ASTRA Infra Roll Road Jombang-Mojokerto) menyebut, rata-rata ada 9.500 kendaraan yang melintas keluar masuk tol Jombang setiap harinya.

Deputy Kepala Departemen Manager Pendapatan Tol Jombang – Mojokerto, A. Rifan Samani mengakui adanya peningkatan itu. ”60 persen kendaraan yang keluar masuk Jombang (Bandar) yang dari dan ke arah Surabaya. Sisanya dari gate lainnya. Sejak terkoneksi memang dampaknya luar biasa. Apalagi ditambah liburan akhir tahun,” ujarnya, Selasa (2/1/2018).

Dari banyaknya kendaraan yang memanfaatkan tol Surabaya – Jombang (Bandar) ini, 91 persen adalah kendaraan golongan I (satu). ”Sementara karena liburan kebanyakan golongan satu. Yang golongan lain kan masih dilarang melintas karena khawatir terjadi kemacetan,” tambahnya.

Dengan semakin banyaknya kendaraan yang melintas di tol ini, kemacetan terjadi di pintu keluar Bandar yang menuju arah Mengkreng. Seperti diketahui, jalur Mengkreng memang menjadi langganan macet karena di sana banyak sekali kendaraan yang parkir untuk membeli oleh-oleh, ditambah adanya rel yang sewaktu-waktu ditutup karena ada kereta melintas.

”Bahkan kemacetan sampai pintu gerbang tol Bandar. Kalau sudah begini, kami arahkan pengguna tol untuk keluar tol Ploso Jombang,” tutur Rifan.

Sementara itu, menyikapi tarif tol Surabaya – Jombang (Bandar) yang naik sejak pukul 00.00 WIB pada 1 Januari 2018 sebesar Rp 82 ribu, Rifan mengaku tarif itu karena kesepakatan kedua pengelola Surabaya – Mojokerto dan Mojokerto – Jombang.

”Sebenarnya kalau Mojokerto – Jombang atau sebaliknya masih tetap sama seperti dulu, nah yang dari Surabaya – Mojokerto ini menerapkan tarfi Rp 1.100 per kilometer. Tapi sebenarnya, kalau dihitung-hitung sebenarnya biayanya sama saja dengan lewat jalan biasa. Tapi kalau lewat tol bisa hemat waktu dan tenaga,” tandasnya.
(KS-5)   
    

Komentar