Jerman merasa malu atas demo anti Israel

KANALSATU - Pemerintah Jerman mengatakan, Senin (11/12), pihaknya “malu” dengan demonstrasi pada akhir pekan yang menentang keputusan Amerika Serikat (AS) untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Dalam unjuk rasa tersebut, sejumlah demonstran bahkan meneriakkan slogan-slogan anti-Semit dan membakar bendera Israel.

Juru bicara Kanselir Angela Merkel, Steffen Seibert, mengatakan kepada wartawan bahwa meskipun Berlin menentang langkah Presiden AS Donald Trump pekan lalu, pihaknya mengecam keras demonstrasi di kota-kota Jerman, tempat “kebencian” terhadap Israel dan Yahudi diungkapkan.

“Di beberapa demonstrasi tertentu pada akhir pekan, berbagai slogan diteriakkan, bendera Israel dibakar dan fitnah terhadap Israel dan Yahudi pada umumnya disebarluaskan, yang sungguh memalukan,” ungkap Seibert.

“Orang harusnya malu saat kebencian terhadap Yahudi dinyatakan secara terbuka di kota-kota Jerman.”

Seibert mengatakan bahwa Jerman “memiliki tanggung jawab khusus terhadap warga Israel dan orang Yahudi pada umumnya” karena Nazi membantai enam juta Yahudi dalam Holocaust.

Dia mengatakan bahwa meski Berlin melindungi kebebasan berbicara dan berkumpul, kebebasan tersebut tidak mencakup hasutan kebencian rasial atau kekerasan.

Berbicara usai pertemuan partainya, Uni Demokratik Kristen, Merkel mengutuk “kerusuhan serius” yang terjadi dalam demonstrasi tersebut.

“Kami menentang semua bentuk anti-Semitisme dan xenofobia -- tidak ada perbedaan pendapat, termasuk mengenai status Yerusalem -- yang dapat membenarkan tindakan semacam itu,” katanya.(AFP/Ant/ksc)

Komentar