BI : Penyaluran kredit UMKM belum menjadi prioritas perbankan

KANALSATU – Penyaluran kredit untuk sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) belum menjadi prioritas perbankan di Asia, termasuk Indonesia. Dibandingkan dengan negara lain di Asia seperti Kamboja dan Malaysia, penyaluran kredit UMKM di Indonesia hanya 7,1 persen terhadap GDP (Gross Domestic Product).

Data Bank Indonesia menunjukkan, rata-rata pembiayaan UMKM oleh bank di Asia memiliki rasio 11,6 persen terhadap GDP. ”Serapan kredit usaha rakyat oleh usaha mikro kecil dan menengah yang disediakan oleh perbankan baru terealisasi sekitar Rp70 triliun dari Rp110 triliun dana yang dianggarkan,” kata Direktur Pengembangan UMKM Bank Indonesia Yunita Resmi Sari usai menjadi pembicara pada kegiatan Pelatihan Wartawan Daerah Bank Indonesia 2017 di Jakarta, Selasa (21/11/2017).

Untuk meningkatkan penyerapan kredit, UMKM diminta meningkatkan performa kinerja dan laporan keuangannya. Sementara pihak perbankan diharapkan bisa lebih mengenal seluk belum UMKM.

Meskipun demikian, perbankan yang mengelola dana masyarakat diminta tetap meningkatkan kehati-hatian dan tidak serta merta melonggarkan persyaratan. Yang diperlukan disini adalah mengenal lebih dalam seluk beluk UMKM.

BI sendiri, dikatakan Yunita telah menerbitkan kebijakan yang mewajibkan bank umum untuk menyalurkan kredit atau pembiayaan kepada UMKM dengan memenuhi rasio tertentu seccara bertahap. Jika pada 2015 rasionya sebesar 5 persen, pada 2016 meningkat menjadi 10 persen, di 2017 sebesar 15 persen dan 2018 menjadi 20 persen.

”Sampai saat ini memang masih ada beberapa bank yang belum dapat memenuhi ketentuan tersebut. Kendalanya umumnya adalah tidak punya cabang di daerah, pengetahuan account officer perbankan terhadap UMKM masih minim dan lainnya,” tuturnya.

Dari 50 juta UMKM di Indonesia, pemilik usaha yang sudah berhubungan dengan perbankan jumlahnya masih relatif kecil. Untuk itu BI telah bekerjasama dengan bank persero dalam meningkatkan penyaluran kredit, begitu juga dengan peran pemerintah daerah perlu terus ditingkatkan. (KS-5)

Komentar