"Asean - Kanada harus dukung keterbukaan ekonomi inklusif"

KANALSATU - Pernyataan Presiden Joko Widodo memberikan angin segar bagi kerjasama regional Asean dengan Kanada. Presiden mengatakan kerja sama yang dilakukan oleh ASEAN dan Kanada harus mendukung keterbukaan ekonomi inklusif dalam memberikan pertumbuhan ekonomi di masyarakat.

"ASEAN dan Kanada harus mengirimkan pesan kepada dunia bahwa keterbukaan ekonomi yang inklusif akan membawa manfaat bagi rakyat kita," demikian Presiden Jokowi dalam siaran pers dari Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, diterima Antara di Jakarta pada Selasa (14/10).

Kepala Negara menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Peringatan 40 Tahun Kerja Sama Kemitraan ASEAN-Kanada yang digelar di Philippine International Convention Center (PICC), Manila.

Menurut Presiden, Indonesia menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pembentukan perdagangan bebas ASEAN-Kanada.

Dia juga menyampaikan kekhawatiran bahwa gejala proteksionisme melalui penerapan hambatan tarif dan non-tarif justru cenderung hadir dari negara maju.

Dalam acara itu, Presiden juga menyampaikan pentingnya kemitraan ASEAN-Kanada dalam mengembangkan keterbukaan ekonomi secara inklusif.

"Kita gunakan perayaan 40 tahun ini untuk mempertebal komitmen bahwa kerjasama ASEAN-Kanada harus ditingkatkan dan menguntungkan kedua pihak," jelas Presiden Jokowi.

Sejumlah kepala negara ASEAN melakukan pertemuan dengan beberapa negara mitra antara lain Jepang, Amerika Serikat dan Korea Selatan membahas peningkatan kerja sama regional.(Antara/ks)

Komentar