Coco, Cerita perjuangan Miguel jadi seorang pemusik

KANALSATU – Disney Pixar akan kembali mempersembahkan film terbaru, Coco, di bulan November 2017. Terinspirasi dari budaya Meksiko, film ini akan mengikuti petualangan Miguel, seorang anak laki-laki berusia 12 tahun untuk mencapai cita-citanya sebagai seorang pemusik.


Coco menceritakan petualangan Miguel yang bercita-cita untuk menjadi seorang penyanyi dan pemusik handal seperti idolanya, sang musisi legendaries Meksiko, Ernesto de la Cruz, walaupun keluarganya melarang Miguel untuk bermain musik. Coco atau Mamá Coco adalah nama dari nenek buyut Miguel yang selalu mendengar petualangan Miguel sehari-hari.

Berlatarbelakang di Meksiko, Coco menampilkan dua dunia berbeda yaitu Land of the Living dan Land of the Dead. Miguel dan keluarganya berasal dari Santa Cecilia, kota fiksi menawan yang berada di Land of Living. Namun, momen ajaib yang ditimbulkan oleh aksi yang tidak direncanakan oleh Miguel membuatnya menjadi manusia pertama yang mengunjungi Land of the Dead, atau yang juga dikenal sebagai Día de los Muertos.


Coco merupakan film yang kental dengan budaya Meksiko dan mengangkat tradisi Día de Muertos untuk menghormati dan mengenang kembali memori-memori dari anggota keluarga yang telah berpulang. Pada sebagian besar waktu di film ini, dua dunia tersebut (Land of the Living dan Land of the Dead) merupakan dua dunia yang terpisah namun berjalan dengan harmonis dan saling berdampingan.


Pada satu hari di setiap tahunnya, kedua dunia tersebut bersatu secara magis yang digambarkan sebagai reuni keluarga besar antara dunia yang kita ketahui dan dunia kematian, dunia penuh warna, musik, dan juga kebahagiaan.


Disutradarai oleh Lee Unkrich dan diproduksi oleh Anderson, Disney•Pixar’s “Coco” akan tayang di bioskop Indonesia pada 24 November 2017.


Proses pembuatan film Disney Pixar Coco dimulai dari tahun 2011 dengan beberapa kunjungan penelitian ke Meksiko. Untuk film ini, Pixar Animation Studio turut berkolaborasi dengan tim konsultan budaya untuk menghidupkan cerita, mempertimbangkan seluruh detail mulai dari pakaian para karakter, dekor, pemilihan warna hingga dialog.


Pembuat film juga turut mengunjungi museum, pasar, plaza, gereja, hingga kuburan di Meksiko yang menjadi inspirasi untuk menciptakan kota fiksi Santa Cecilia secara akurat.


Film Coco akan turut menayangkan Olaf’s Frozen Adventure, film pendek berdurasi 21 menit yang akan menceritakan petualangan dalam mencari family tradition dan menyambut kembalinya karakter-karakter favorit penonton dari film pemenang penghargaan Oscar 2013, Frozen.

 (KS-5)

Komentar