Peringati Sumpah Pemuda, KBRI Moskow Gelar Hari Budaya Indonesia di Tatarstan

Istri Gubernur Aceh bersama Deputi Pertama Menteri Kebudayaan Tatarstan, sumber : kbri moskow

KANALSATU - KBRI Moskow bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Aceh dan Pemerintah Republik Tatarstan, Federasi Rusia menyelenggarakan Hari Budaya Indonesia di kota Kazan, sekitar 820 km ke arah timur Moskow. Penyelenggaraan tersebut bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda di Indonesia, 28 Oktober 2017.

“Ini hari bersejarah bagi perjalanan bangsa Indonesia. 89 tahun yang lalu berbagai organisasi pemuda dari berbagai daerah berkumpul di Jakarta untuk mengucapkan sumpah satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa, yaitu Indonesia. Saya merasa terhormat dapat merayakan Hari Sumpah Pemuda inibersamaan dengan penyelenggaraan Hari Budaya Indonesia di Kazan,” kata Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi dalam pembukaan acara tersebut.

Kolaborasi Tim kesenian Indonesia yang langsung datang dari Aceh dan tim KBRI Moskow dengan keikutsertaan warga Rusia sebagai penari dan pemain gamelan dalam konser budaya Indonesia disambut antusias oleh masyarakat setempat. Pertunjukan gamelan, peragaan busana dan tarian Aceh serta daerah-daerah lain di Indonesia memperlihatkan budaya Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika kepada masyarakat Tatarstan yang memenuhi Kazan City Hall berkapasitas 250 orang.

Tabuhan orkestra gamelan yang baru pertama kalinya tampil di luar kota Moskow menggema di ruangan pertunjukan yang artistik dan indah seperti sebuah istana. Tari Saman Gayo dengan keselarasan antara gerakan, irama alat musik dan lagu pengiring membuat penonton terkesima dan terpukau. Sementara tari Tor-tor turut meramaikan konser dengan mengajak para penonton untuk menari bersama. Tarian-tarian lainnya yang dipentaskan seperti tari Merak, Topeng, Genjring, Zapin Malayu, Guel, Ratoh Jaro dan Tarek Puket. Konser diakhiri dengan parade artis diiringi lagu Gebyar-Gebyar karangan Gombloh.

Deputi Pertama Menteri Kebudayaan Republik Tatarstan, Elvira Rafailevna Kamalova sangat menghargai penyelenggaraan Hari Budaya Indonesia di Tatarstan sebagai tindak lanjut pertemuan Dubes RI dengan Presiden Republik Tatarstan, Rustam Minnikanov bulan Desember lalu. Kegiatan ini merupakan momen yang baik untuk peningkatan kerja sama antara Indonesia dengan Tatarstan. “Kami menyambut kegiatan-kegiatan budaya berikutnya,” kata Elvira.

Darwati Abdul Gani, istri Gubernur Aceh yang hadir di Kazan sebagai ketua delegasi Tim Kesenian Aceh menjelaskan tentang Aceh sebagai salah satu daerah di Indonesia yang memiliki keunikan budaya sendiri. Budaya Aceh memiliki kemiripan dengan Tatarstan seperti pada beberapa motif ukiran.  Darwati juga akan mengusulkan kepada Pemerintah Aceh untuk mengirimkan mahasiswa dari Aceh belajar di Kazan.

Selain konser, Hari Budaya Indonesia diisi dengan kursus kilat bahasa Indonesia, workshop gamelan dan tarian-tarian daerah Indonesia. Para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Tatarstan sangat antusias dan tertarik mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut. Di Kazan Federal University, misalnya, sejak bulan September 2017 lalu dibuka pelajaran bahasa Indonesia. Kursus kilat pengenalan bahasa Indonesia ini disambut gembira oleh para mahasiswa yang baru saja mulai belajar bahasa Indonesia. 

Momen Hari Sumpah Pemuda diisi juga dengan pertemuan antara Dubes Wahid dengan para mahasiswa Indonesia di Kazan. Dalam pertemuan tersebut dilakukan diskusi informal tentang arti penting Sumpah Pemuda bagi perjalanan bangsa Indonesia dan bagaimana mahasiswa Indonesia di Rusia dapat terus mempertahankan nilai-nilai dan semangat Sumpah Pemuda.

Kunjungan delegasi Aceh ke Tatarstan membawa tiga misi utama. Selain misi budaya, juga pengembangan kerja sama antar daerah dan bisnis. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Aceh, Iskandar, melakukan pembahasan dengan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Republik Tatarstan mengenai kerja sama antar daerah, investasi dan perdagangan. Kedua pihak membahas draft kerja sama yang nantinya akan diserahkan melalui Kementerian Luar Negeri Rusia dan Indonesia. Dalam kunjungan tersebut diadakan juga pertemuan dengan kalangan dunia usaha setempat. Sebagai gilirannya, pada tahun 2018 akan diselenggarakan Hari Budaya Tatarstan di Aceh yang dirangkai dengan pertemuan bisnis.  

 

Tatarstan yang mayoritas warganya beragama Islam merupakan salah satu wilayah di Rusia berbentuk republik yang dikepalai oleh seorang kepala daerah dengan sebutan presiden. Perekonomian Tatarstan adalah salah satu yang maju di Rusia karena sebagai tempat industri, seperti industri berat, pabrik mobil Kamaz, dan juga pabrik helikopter. (ed_kbrimoskow/ks10)

Komentar