Sosialisasikan Akatara, Bekraf gaet investor untuk film Indonesia

Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo saat roadshow Akatara Indonesian Film Financing Forum di Surabaya, Selasa (24/10/2017).

KANALSATU –  Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mulai menggaet investor untuk membiayai produksi project film Indonesia melalui Akatara. Dalam pitching forum dan matchmaking untuk project film tersebut, Bekraf akan mempertemukan pembuat film dengan investor yang tertarik menanamkan dananya dalam pembuatan suatu film.

Sebelum penyelenggaraan Akatara yang diselenggarakan di Jakarta 15-16 November 2017 mendatang, Bekraf mengadakan roadshow di beberapa kota, salah satunya Surabaya. Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo mengakui, skema investasi perfilman Indonesia masih belum terstruktur dengan baik.

”Kami menyelenggarakan forum ini sebagai inisiasi pendanaan subsektor film. Bekraf mempertemukan pembuat project film dengan investor yang tertarik mendanai project film Indonesia,” kata Fadjar Utomo di Surabaya, Selasa (24/10/2017).

Ia menuturkan, pada Akatara yang diselenggarakan pertengahan November mendatang, Bekraf menghadirkan narasumber yang ahli di bidang perfilman untuk menginformasikan pendanaan yang sesuai pada sub sektor film dan hal-hal yang bisa menarik investasi investor kepada 40 pembuat project film yang lolos seleksi. Bekraf juga mempertemukan 40 pembuat film dengan calon investor dengan harapan terwujudnya pendanaan bagi para pembuat film ini.

Bekraf memfasilitasi 40 pembuat project film untuk menghadiri Akatara. 10 project film yang lolos kurasi ini telah difasilitasi oleh Deputi Riset, Edukasi, dan Pengembangan Bekraf untuk riset kearifan lokal 10 destinasi wisata prioritas yang digunakan sebagai alur cerita film mereka. Dua project film lainnya adalah yang terpilih mewakili Indonesia pada Torino Film Lab.

Investor yang menghadiri Akatara mendapatkan katalog 40 project film ini. 12 project film dari 40 project film ini berkesempatan pitching dihadapan investor dan pemegang kunci industri perfilman. Project film yang terpilih ini dinilai berdasarkan sinopsis dan ide cerita, timeline produksi, budget, business project/on, dan portofolio.

”Kami seleksi 40 project film yang dianggap paling visible bertemu dengan skema investasi. Kami belum tahu skema (perfilman) seperti apa. Investor juga perlu diedukasi karena investasi di film tidak sama dengan subsektor lain dengan resiko yang berbeda. Banyak sekali investor yang sudah melakukan investasi kepada film, tapi belum menemukan yang cocok seperti apa, atau bahkan gagal, atau ada yang mau masuk tapi tidak tahu caranya,” ungkap Ketua Bidang Advokasi Kebijakan Badan Perfilman Indonesia, Alex Sihar.

Akatara membuka peluang pertemuan pembuat film nasional dengan investor. Pembuat film berkesempatan mengakses investasi dari investor sedangkan investor berpeluang mendukung film yang sesuai keinginan mereka untuk mendapatkan keuntungan pada bisnis mereka.

Bekraf mengundang perusahaaan film ( Big Studios) Indonesia, investor nasional dan internasional, angel investors, brand managers, filantropi, buyer lokal dan internasional, distributor. agensi, dan exhibitor yang tertarik mengembangkan perfilman Indonesia pada Akatara. Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia juga diundang pada acara ini.
(KS-5)

Komentar