Kuliner penyumbang terbesar PDB ekonomi kreatif

KANALSATU – Kuliner menjadi subsektor terbesar yang berperan menyumbang PDB ekonomi kreatif dari 16 subsektor yang ditangani oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

Kepala Bekraf Triawan Munaf menjelaskan berdasarkan data terakhir, ekonomi kreatif memberikan sumbangan sebesar 7,38 persen terhadap total perekonomian nasional dengan total PDB sebesar Rp852,2 triliun pada 2015 atau meningkat 8,6 persen dari 2014 sebesar Rp784,82 triliun

”Dari total sumbangan/kontribusi tersebut, subsektor kuliner, kriya dan fashion memberikan kontribusi terbesar pada ekonomi kreatif. Subsektor kuliner berkontribusi sebesar 41,69 persen,” kata Triawan pada paparan ‘3 Tahun Capaian Jokowi-JK’ di Kantor Staf Presiden Jakarta, Selasa (17/10/2017).

Triawan menjelaskan selain kuliner, fashion memberikan konstribusi pada ekonomi kreatif sebesar 18,15 persen disusul subsektor kriya sebesar 15,70 persen.

Ia menambahkan ada empat subsektor lainnya yang potensial meningkatkan kontribusi terhadap ekonomi baru, yakni film, musik, seni dan game animasi.

Ada pun film mencatatkan pertumbuhan paling pesat, yakni sekitar 10,28 persen, musik 7,26 persen, seni/arsitektur 6,62 persen dan game tumbuh 6,68 persen.

Menurut dia, hambatan untuk mengembangkan ekonomi kreatif terdapat pada ekosistem bisnis dan investasi yang belum mendukung, terutama pada infrastruktur untuk menunjang kegiatan pelaku usaha ekonomi kreatif.

Selain itu, banyak sektor ekonomi kreatif yang masih masuk dalam daftar negatif investasi(DNI). Padahal, menurut dia, investasi tersebut dapat menunjang minimnya infrastruktur dan teknologi dalam negeri.

”Kita bisa bekerja sama menjalin co-production sehingga bisa mengembangkan film nasional. Itu bisa membantu dan positif untuk perekonomian,” ungkapnya.

Bekraf sebagai lembaga bentukan baru di era pemerintahan Jokowi-JK juga berupaya mengembangkan ketersediaan data dan informasi statistik yang menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan untuk pelaku ekonomi kreatif.
(ANT/KS-5)

Komentar